ilustrasi
ilustrasi (foto: inapex.co.id)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Progres proyek Perkantoran Citra Towers di Kemayoran, Jakarta Pusat terlihat semakin signifikan. Direktur PT Ciputra Residence Nararya Ciputra Sastrawinata memastikan kemajuan tahap pembangunan fisik kawasan perkantoran khususnya North Towers, sampai saat ini pekerjaan struktur gedung sudah mencapai 100%.

Apalagi, proyek yang dikembangkan dikawasan perkantoran di Kemayoran tersebut luasnya mencapai 1,8 hektar. Gedung ini terdiri terdiri dua menara perkantoran setinggi 28 lantai dan podium retail yang terbagi menjadi dua zona.

Di tahap awal, proyek ini akan memiliki satu tower seluas 41 ribu meter persegi. “Sebentar lagi selesai pembangunannya. Luasannya sekitar 38 ribu meter persegi dengan total 407 unit ruang perkantoran strata tittle dengan luas per unit 18 sampai 174 meter persegi,” kata Nararya Ciputra Sastrawinata, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Nararya, harga yang ditawarkan untuk proyek perkantoran itu dibandrol mulai Rp700 jutaan untuk ukuran 18 meter persegi2 yaitu produk inovatif Creative Office (CreO).

Ada juga tipe kantor ukuran 105 meter persegi yang harganya mulai dari Rp3,5 miliar. “Kami membidik pasar kantor korporasi dan pebisnis start up, karena karena kawasan Kemayoran ini kan ada di inner city Jakarta yang saat ini sedang mengalami pertumbuhan hunian vertikal dan komersial,” ujar Nararya Ciputra Sastrawinata.

Akhir November lalu, proyek perkantoran ini meraih penghargaan Best Green Office with Environmentally Retail Podium pada Indonesia Property&Bank Award (IPBA).

Sejumlah pertimbangan yang membuat Citra Towers mendapat penghargaan tersebut yaitu konsep bangunan hijau dan efisiensi penggunaan energi sekitar 42% dari bangunan standar dengan ukuran sama.

Sebelumnya, area perkantoran ini sudah mendapatkan pengakuan sebagai gedung hijau International Finance Corporation (IFC). Ini merupakan proyek pertama di Asia Tenggara yang dianugerahi sertifikat Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE).

“Untuk itu, kami menargetkan pada Desember 2018 ini seluruh pekerjaan fisik North Towers bisa dirampungkan dan berharap mulai diserahterimakan dan beroperasi pada kuartal pertama tahun depan,” pungkas Nararya Ciputra Sastrawinata.

Sementara itu, jelang akhir tahun 2018, pengembang Agung Podomoro Land menggelar program spesial bertajuk ‘Home for Millennials. Program ini dirancang khusus untuk para millennial dengan menghadirkan Hunian cicilan hanya Rp.2 Jutaan.

Program ini didasarkan pada temuan Riset Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai adanya peralihan konsumsi di masyarakat. Kepala BPS Suhariyanto mengakui, untuk kalangan usia produktif saat ini lebih senang membelanjakan uangnya untuk mencari pengalaman ketimbang memiliki barang.

Agung Wirajaya, Assistant VP, Head of Strategic Residential Marketing Division mengatakan, Salah satu alasan mengapa generasi milenial kurang giat menabung dan berinvestasi adalah mereka cenderung menghabiskan uang mereka untuk jalan-jalan mencari pengalaman serta mengunjungi tempat-tempat baru.

Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat pentingnya berinvestasi sejak dini. Akan lebih baik jika sebagian dari penghasilan generasi milenial dialihkan untuk berinvestasi. Contohnya melalui pembelian properti.

Data dari Bappenas mengemukakan bahwa Indonesia memiliki 250 juta jiwa, 60% dari jumlah tersebut adalah usia produktif (15-64 tahun) yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Sedangkan jumlah generasi milenial di Indonesia (usia 22-37 tahun) adalah 34,45% atau 90 juta dari total jumlah penduduk Indonesia.

Agung menjelaskan, generasi milenial menguasai 40% kelompok pembeli potensial properti di Indonesia. Dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 70% pada 2030.

Faktor generasi milenial yang lebih mementingkan gaya hidup serta pencarian pengalaman baru, ditambah semakin meningkatnya harga jual rumah, menjadi perhatian khusus dan mendasari dirancangnya program khusus Hunian Angsuran hanya Rp2jutaan.

Semakin bertambahnya usia tentu para milenial harus mulai berpikir lebih bijak dalam mempersiapkan masa depan.

Caranya adalah dengan mulai berinvestasi dan mengelola keuangan. Pilih instrumen investasi yang aman dan menguntungkan, yaitu pembelian properti. Karena khususnya di Indonesia, ketersediaan lahan sangatlah terbatas, jelas Zaldy Wihardja, Assistant Vice President, Residential Marketing.