Walikota Jakarta Utara Husein Murad apresiasi program bedah rumah. (Foto: istimewa)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Program bedah rumah yang dibiayai dari dana hasil pengumpulan Badan Amil, Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Bazis) ini, mendapat apresiasi dari Walikota Jakarta Utara Husein Murad.

“Saya terima kasih dan mengapresiasi kinerja Bazis Jakarta Utara yang telah banyak membantu dalam memenuhi permohonan bantuan masyarakat. Dan saya sebagai Walikota sangat terbantu dengan adanya pengumpulan ZIS melalui Bazis Jakarta Utara,” kata Husein Murad, saat meninjau rumah salah satu warga dilingkungan RT009/04, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Kamis, (14/9).

Kegiatan itu merupakan rangkaian program bedah rumah yang diprakarsai Bazis. “Bersyukurlah karena saudara-saudara terpilih di program Bazis tahun 2017 ini,” ujar Husein didampingi Kepala Bazis Jakarta Utara, Hari Agusti Hiyayat.

Dalam kesempatan itu, Hari Agusti Hidayat juga menambahkan, peranserta dari darmawan sangat dibutuhkan untuk membantu peningkatan hunian yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu.

“Mari kita bangun sinergi, untuk para muzaki (pembayar zakat) semakin sering menyisihkan hartanya melalui Bazis maka akan Iebih banyak lagi masyarakat yang mendapatkan bantuan,” tuturnya. Kemudian, disepanjang tahun ini sedikitnya 13 unit rumah di Kelurahan Rorotan telah direnovasi melalui program bedah rumah.

Terlepas itu, secara terpisah untuk membantu memudahkan masyarakat dalam mewujudkan impian mempunyai tempat tinggal yang layak, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. pada bulan Februari lalu melansir produk terbaru bernama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Mikro.

Produk anyar tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya pekerja di sektor informal yang jumlahnya diperkirakan mencapai 6,5 juta orang.

Segmen masyarakat adalah segmen yang sangat memerlukan akses pembiayaan rumah, sebab mereka tak masuk dalam kategori penerima KPR rumah subsidi baik dalam sistem Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), maupun Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

Produk KPR BTN Mikro menyasar keluarga atau individu berpenghasilan Rp.1,8 juta – Rp.2,8 juta per bulan. “Batasan gajinya harus di bawah Rp.3 juta. Plafon kredit yang bisa dikucurkan maksimal Rp.75 juta. Saat ini sudah ada sekitar 1.200 peminat yang merupakan driver Go-jek, sementara yang sudah diproses baru 900,” tutur Managing Director Consumer Banking Bank BTN, Handayani, baru-baru ini.

KPR Mikro memberikan jangka waktu cicilan selama 10 tahun dengan suku bunga kredit 6-7%. Bila dihitung menurut maksimal pinjaman dan tenornya, maka diprediksi masyarakat yang memanfaatkan KPR Mikro akan dikenakan cicilan senilai Rp.900.000 per bulannya.

“Untuk persyaratan, masyarakat tinggal datang langsung ke BTN dengan melengkapi dokumen yang dibutuhkan seperti identitas diri dan NPWP. Kemudian sampaikan income statement yang simpel kepada bank, dan pastikan maksimal cicilannya 50% dari total penghasilannya,” tuturnya.