Presiden Jokowi saat meninjau booth pameran IPEX 2017 di JCC Senayan. (Foto; dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan ribuan sertifikat hak atas tanah dalam rangka program strategi nasional se-Jabodetabek di Lapangan Park and Ride, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Presiden Jokowi didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil dan sejumlah menteri kabinet lainnya Jokowi memberikan 7.500 sertifikat tanah kepada warga yang tinggal di kawasan Jabodetabek.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan sertifikasi lahan dilakukan untuk mengurangi munculnya potensi sengketa lahan yang kerap terjadi di kalangan masyarakat, perusahaan juga pemerintah.

Selain untuk warga pemilik tanah yang sah, Presiden Jokowi juga memberikan 17 sertifikat untuk Pemprov DKI yang antara lain terdiri dari sertifikat Balai Kota Taman BMW Jakarta Utara dan ada juga sertifikat hak guna lahan Pulau C dan D hasil reklamasi.

Sementara itu, perkembangan bisnis properti di Indonesia tak ubahnya berjualan kacang goreng. Tingginya permintaan di bidang properti membuat para investor terus berdatangan ke Indonesia. Apalagi didukung pertumbuhan ekonomi yang sangat stabil, membuat Indonesia menjadi incaran para investor properti.

“Salah satu investasi yang tengah berkembang pesat di Indonesia saat ini di sektor properti,” ujar AVP Marketing Agung Podomoro Land (APL) Agung Wirajaya di Jakarta, Minggu (20/8).

Ia menambahkan, sejumlah pakar properti telah memprediksi bahwa tahun 2017 merupakan momen pergerakan pasar ke arah positif. Pada skema property clock, tahun 2017 merupakan fase upswing di mana minat pasar mulai bergairah disusul oleh penjualan dan persaingan yang meningkat.

Menurutnya, hal ini dapat lihat dari banyaknya investor asing yang berminat menanamkan modalnya dalam bidang properti di negara ini. Geliat pertumbuhan investasi di sektor properti tidak hanya terjadi di Jabodetabek saja. “Sudah banyak daerah-daerah diluar pulau Jawa yang sektor propertinya mulai berkembang, seperti Batam, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur,” papar dia.

Oleh sebab itu perseroan dengan gencar menawarkan Investasi Properti di Lokasi Sunrise agar para konsumen mendapatkan keuntungan yang maksimal dari apa yang ditawarkan. Semua lokasi pengembangan APL adalah Lokasi Sunrise Properti yang berarti memiliki masa depan Investasi yang cerah. Agar mendapatkan keuntungan maksimal dari Investasi Properti, Pilihlah Properti yang berada di lokasi Sunrise Area dan tinggalkan di area Sunset.

“Artinya Demographic Inflow lebih besar dari Outflow, Good Accessibility to City Center (akses yang menawarkan ketenangan dan akses ke pusat kota) dan Close Proximity to SCBD area or Growth center,” imbuh Agung.