Presiden Jokowi, Resmikan Pos Lintas Batas Negara Entikong
Dilihat Dari Atas, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong Lebih Baik (Foto: abarky)

Entikong, INAPEX.co.id, – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat, Rabu (21/12/2016).

Jokowi dan Iriana Joko Widodo  bersama dengan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Mensesneg Pramono Anung, serta Gubernur Kalimantan Barat Cornelis MH tiba di PLBN Entikong pada pukul 09.40 WIB sesudah menghadiri Peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Jokowi mengutarakan kepuasannya atas selesainya PLBN Entikong bisa tepat waktu. Bahkan, sekarang ini telah lebih baik dari pos lintas batas milik Malaysia sesuai keinginannya.

“Saya beri waktu dua tahun sejak 2014 dan secara singkat saya minta ini harus lebih baik dari di sana (Malaysia). Sekarang kata Menteri PUPR ini udah lima kali lebih baik dari yang di sana, tapi akan saya cek lagi nanti,” papar Jokowi.

Setelah peresmian tersebut, Jokowi meminta seluruh pihak untuk menggerakkan roda ekonomi di Entikong dan memanfaatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari keberadaan PLBN Entikong.

Jokowi juga minta untuk dibuatkan pasar yang besar, lokasinya telah dipilih agar masyarakat dapat menikmati pergerakan ekonomi di PLBN.

“Agar masyarakat bisa ambil keuntungan sebesarnya dari perbaikan PLBN ini. Saya yakin harga kita lebih kompetitif dari negara lain, lebih banyak bisa ekspor ketimbang impor,” jelas dia.

PLBN Entikong dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya sejak Agustus 2015 sampai Desember 2016.

PLBN Entikong berfungsi sebagai pos pemeriksaan lintas batas orang dan barang keluar masuk wilayah batas negara, meliputi keimigrasian, karantina, kepabeanan, keamanan, dan lain-lain.

PLBN tersebut hanya terpaut beberapa ratus meter dari Pos Imigresen Malaysia. Bangunan baru ini mengadopsi langgam arsitektur lokal dengan sejumlah ornamen dan elemen dekoratif yang jadi ciri khas Entikong.

Contohnya pada bagian atap PLBN yang merupakan hasil transformasi bentuk Rumah Panjang dan Perisai Suku Dayak.  Perisai tersebut merupakan simbol pertahanan NKRI yang melindungi.

Sedangkan corak dan warna cerah kuning diterapkan pada bagian dinding dan elemen relief pada bagian pintu gerbang. Pencahayaan dirancang sealami mungkin dengan bentuk bukaan dan pemakaian material transparan.

Detail arsitektur yang mengadopsi unsur lokal jadi komponen yang penting dalam pembangunan PLBN. Luas lahannya sebesar 8 hektar dan luas bangunan 19.493 meter persegi.

Pembangunan Zona Inti PLBN Entikong terdiri dari bangunan utama, pos lintas kendaraan pemeriksaan, dan bangunan pemeriksaan kargo.

Bangunan utilitas berupa rumah pompa dan power house, gerbang kedatangan, monumen, dan keberangkatan, jalan, lansekap, serta alur pedestrian.

Pembangunan PLBN Terpadu Entikong menghabiskan dana Rp.152 miliar yang diambil dari APBN 2015-2016.

(kps)