Rapat Terbatas. (Foto: setkab)
Rapat Terbatas. (Foto: setkab)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta sejumlah lembaga aktif untuk mengawasi proyek strategi nasional, karena eksekusi dan pengawasan dinilai menjadi kunci utama.

Pengawasan itu terkait pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di berbagai pelosok tanah air, tidak hanya terus dikerjakan, namun Presiden berharap Menteri dan Kepala Lembaga juga bisa melihat secara detail eksekusi dari program strategis nasional dan program-program prioritas di setiap provinsi.

“Semakin cepat kita menyelesaikan segala sumbatan yang ada di lapangan, maka program itu akan semakin cepat dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegas Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas, di Kantor Presiden, Jakarta, belum lama ini.

Presiden Jokowi meminta agar diperkuat koordinasi, sinergi dengan para gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Rapat terbatas itu juga melibatkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

Kemudian juga terlihat hadir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menhub Budi K. Sumadi, Menkses Nila F. Moloek, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Gubernur Kalteng Sugianto Sabrano.

Sementara itu, Presiden juga mengakui daerah-daerah yang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai konsekuensi dari fluktuasi ekonomi global perlu mendapat perhatian dan dibantu oleh pemerintah pusat.

Ia menyebutkan, di satu sisi daerah-daerah penghasil sumber daya alam, seperti Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki potensi yang luar biasa, mulai dari sumber daya mineral batubara sampai dengan hasil-hasil perkebunan serta kehutanan. Tapi di sisi yang lain, menurut Presiden, dari daerah-daerah tersebut juga terkena dampak paling besar dari penurunan harga komoditas di pasar global.

“Ini artinya, melambatnya perekonomian global jelas memberikan dampak signifikan pada perekonomian di daerah. Saya minta kondisi yang terjadi saat ini dipakai sebagai momentum untuk pengembangan nilai tambah dari komoditas-komoditas tersebut,” tutur Presiden Jokow.