Presentase Rumah Subsidi Tidak Dihuni Sudah Menurun
Presentase Rumah Subsidi (Foto: perumtulungagung)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) sudah menjalankan survei dengan metode sampling pada sejumlah perumahan subsidi di Indonesia.

Hasilnya, sekitar 30 persen rumah – rumah subsidi tersebut tak dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang lolos seleksi bank.

Meski begitu, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lana Winayanti mengaku sekarang ini persentasenya telah menurun akibat teguran dari PPDPP.

“PPDPP ini menegur bank dan bank tegur ke pengembang atau debitur (penghuni). Dari situ mereka biasanya sampaikan alasannya mengapa (tidak dihuni),” jelas Lana, baru-baru ini.

Dia menuturkan bahwa alasannya selama ini beraneka macam. Kebanyakan mengaku rumah itu tak layak huni sebab tidak ada aliran listrik dan air serta infrastruktur yang tak memadai.

Tidak hanya itu, alasan lainnya ialah ada yang tengah menunggu anaknya lulus dari sekolah sebelumnya atau absennya sekolah di lingkungan rumah yang baru.

Lana juga menuturkan bahwa ada masyarakat yang beralasan menanti kelahiran anak, sebab jalan di perumahan kurang baik dan khawatir mengganggu kesehatan janin.

Meski demikian, kata Lana, teguran dari bank tetap ditindaklanjuti oleh sebagian besar masyarakat yang tak menghuni rumah subsidi. Hal tersebut terlihat dari survei kedua yang dijalankan usai teguran.

“Survei pertama ketidakhuniannya 25-30 persen, survei kedua bisa turun sampai 18 persen jadi cukup signifikan. Jarak 2 survei ini sekitar 6 bulanan,” kata Lana.

Selain itu, berdasarkan pengalaman selama menjadi Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana mengaku banyak mendapatkan pertanyaan dari masyarakat. Pertanyaan tersebut khususnya berhubungan dengan syarat-syarat memperoleh rumah subsidi dan lokasi rumah itu.

Oleh sebab itu, Kementerian PUPR rencananya akan mengembangkan situs interaktif guna memfasilitasi kebutuhan tersebut. Pengembangan situs dilakukan atas bantuan Bank Dunia. “Kami kembangkan bersama Bank Dunia. Jadi ada tenaga ahli dari Bank Dunia yang akan bantu buat website ini,” ucapnya.

Bulan ini, lanjutnya, tenaga ahli dari Bank Dunia akan datang untuk membahas konsep dan desain situs tersebut. Sembari menunggu desainnya dibuat, Lana mengumpulkan sejumlah informasi yang akan dimasukkan ke dalam situs itu.

Secara garis besar, informasi tersebut meliputi daftar rumah-rumah subsidi di seluruh Indonesia termasuk profil pengembangnya. Lana juga akan menambahkan kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang perumahan dan studi soal perumahan secara umum.

“Di sana juga nanti akan ada informasi asosiasi (pengembang), kontraktor, pemda, informasi bahan bangunan dan teknologi konstruksi terkini,” tuntas Lana.