PIC Bank BTN Irwan Prawira ketika memaparkan promosi KPR di JCC Senayan. (Foto: dok.inapex)
PIC Bank BTN Irwan Prawira ketika memaparkan promosi KPR di JCC Senayan. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) memprediksikan bahwa trend hunian masa bakal terus berkembang dikawasan Barat dan Timur kawasan Metropolitan Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi-Cianjur (Jabotabekjur) termasuk Tangerang-Maja dan Bekasi-Karawang.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rido Matari Ichwan membenarkan, pada tahun 2018 dan 2019 berbagai proyek infrastruktur strategis di Jakarta akan selesai dibangun.

Apalagi akan ditopang adanya dua transportasi masal Ibu Kota dengan sistem Transit Oriented Development (TOD) yakni Light, Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) tahap I menghubungkan Lebak Bulus sampai Bundaran HI.

“Kemudian studi kelayakan tahap II sudah selesai dilakukan. Proyek tahap II akan mulai dibangun sebelum proyek tahap I beroperasi. Target proyek tahap II beroperasi tahun 2020. Akan ada juga tambahan MRT dan LRT yang menghubungkan ke arah Barat dan Timur,” ujar Rido, saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya, Jakata, belum lama ini.

Menurut Rido, pada 2018-2019 mendatang, jalan tol yang menghubungkan Pamulang-Cinere-Depok-Jagorawi-Cibitung akan beroperasi. Selain itu, juga terkait rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan TB Simatupang-Kabupaten Bogor.

Hadirnya beragam infrastruktur transportasi masal itu dinilai akan mempersingkat waktu tempuh ke Jakarta semakin pendek. Sehingga, beberapa tahun ke depan masyarakat menengah dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa merasa nyaman memiliki rumah di kawasan Maja atau Karawang kendati aktivitas kerja di Jakarta.

“Hal ini tentunya menjadi peluang bagi para pengembang mengambil manfaat dengan membangun hunian berimbang di kawasan luar Jakarta (Maja-Karawang,-red). Ke depan masyarakat akan dengan senang hati memiliki rumah di wilayah tersebut,” papar Rido.

Selain itu, dikatakan Rido, para pengembang juga memiliki peluang untuk membangun hunian-hunian vertikal di pusat Jakarta. Terlebih, kondisi lahan di ibu kota semakin mengecil, aturan semakin ketat, sehingga pembangunan hunian vertikal merupakan solusi utama untuk dikembangkan.

Rido menambahkan, berkembangnya wilayah bagian Barat dan Timur dari Kawasan Metropolitan Jabotabekjur telah sesuai dengan tata ruang Jabodetabekjur yang termuat dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 54 tahun 2008.

Dalam mengawal perkembangan bagian Barat dan Timur tersebut, ungkap Rido, BPIW Kementerian PUPR akan mendorong agar perkembangannya berjalan dalam koridor konsep kota modern, yakni Smart Sustainable City (Kota Cerdas Berkelanjutan).

“Iya Sustainable dengan infrastruktur yang kita bangun, kota berjalan secara berkelanjutan, sampah terkelola, air minum tersedia, sanitasi tersedia dengan baik, aksesibiltas terjalain baik. Artinya, kota tersebut dapat nyaman dihuni dalam kurun waktu yang lama,” tegasnya.