Rec Twin Peak Technology.

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ini merupakan potensi pembangkit listrik tenaga surya yang bisa dimanfaatkan untuk dikawasan hunian.

“Sebagai negara tropis di kawasan khatulistiwa, Indonesia memiliki potensi energi matahari melimpah sepanjang tahun. Di mana radiasi harian rata-rata energi surya 4.8 KWh/m2,” jelas Sales Engineer Khanafi Syakur, saat ditemui INAPEX.co.id dalam Pameran Solar and Energy Storage 2018, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Lebih lanjut dikatakan Khanafi, sistem panel surya bisa dipasang di beragam jenis proyek properti seperti hunian selama lokasi terkena sinar matahari dan tidak terhalang bayangan benda apapun.

Mengingat potensinya sangat besar dan merupakan sumber energi tak terbatas, serta ramah lingkungan, energi matahari dapat menjadi sumber energi utama di masa depan.

Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), kontribusi solar PV ditargetkan mencapai 6,4 GW pada 2025, terdiri atas sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar, solar home system (SHS), dan solar PV rooftop.

Dalam mendukung kebijakan pemerintah tersebut, ATW Solar berperan aktif dalam inventarisasi potensi pemanfaatan energi surya diberbagai sektor diantaranya melalui proyek residencial.

“Kami menjadi peserta dalam pameran Solar and Energy Storage Indonesia 2018 karena pameran ini fokus memperkenalkan inovasi terbaru dan memamerkan solusi teknologi tinggi dan energi terbarukan di Indonesia,” ujar Khanafi.

Sementara itu, pameran Refrigeration & HVAC Indonesia (RHVAC) 2018 hadir di Jakarta International Expo Kemayoran berlangsung mulai 26-28 September 2018.

Ajang ini mempertemukan lebih dari 250 perusahaan dari 14 negara dan ditargetkan mampu menggaet 15.000 pengunjung.

Pemeran ini juga membidik para pelaku industri Refrigeration & HVAC, Energi Terbarukan serta Rantai Makanan Dingin dan Pemrosesan Makanan Dingin dari dalam dan luar negeri.

Bermacam teknologi akan diperkenalkan selama pameran berlangsung. Total luas pameran 6.000 meter2 juga akan mengakomodir 5 konferensi dan seminar, serta 15 workshop oleh para peserta pameran dan asosiasi pendukung.

Sejak pertama kali digelar (2014), jumlah peserta pameran dan pengunjung RHVAC telah meningkat hampir 3 kali lipat. Khusus tahun ini, peserta pameran RHVAC meningkat sebesar 30% dibandingkan tahun lalu.

Refrigeration & HVAC 2018 menampilkan beragam produk Pemanas, Pendingin, Purifikasi, Filtrasi; Air Conditioning & Ventilation; Vacuum & Industrial Gas Technology; sumber energy konvensional & terbarukan; pembangkit listrik; Environmental, pengendalian konservasi & measurement untuk kebutuhan power & energy, produk-produk frozen consumables & Industrial; Frozen Products; Production, Processing & Packaging Cold Storage, jasa transportasi & distribusi yang mendukung sector rantai pendingin.

“Refrigeration & HVAC Indonesia 2018 didedikasikan untuk membawa teknologi-teknologi yang mumpuni dan memiliki sertifikasi dari badan akreditasi lingkungan internasional. Perusahaan peserta pameran memainkan peran penting dalam membantu perusahaan pembeli untuk menentukan pilihan teknologi yang dapat meminimalkan dampak negatif industri terhadap masalah lingkungan,” kata Media Partner Pelita Promo Internusa (PPI), penyelenggara RHVAC Melati.

Tahun ini, pameran RHVAC menampilkan jajaran merek dan perusahaan ternama di dunia seperti Daikin AirConditioning, Mayekawa, Bitzer dan masih banyak lagi.

Hadir juga distributor terkemuka di Indonesia seperti Inti Solusi Energi, Herry Jaya Sentosa, dan Bestworld yang memperkenalkan teknologi terbaru yang khusus mereka bawa untuk pasar lokal.

RHVAC 2018 fokus pada pemenuhan kebutuhan untuk mengatasi kekhawatiran industri tentang penggunaan AC dan mesin pendingin yang terus menerus berdampak pada lingkungan.

Untuk meminimalisasi dampak industri terhadap masalah lingkungan, pengetahuan tentang teknologi menjadi sesuatu yang sangat penting.

“RHVAC membantu perusahaan-perusahaan dalam membuat keputusan dengan memperkenalkan teknologi-teknologi yang mumpuni yang telah disertifikasi oleh badan akreditasi lingkungan internasional,” jelasnya.