Peta Gempa Terbaru, Indonesia Memiliki 295 Titik Sesar Aktif
Kementerian PUPR meluncurkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 (Foto: medantoday)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) melansir Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Peta tersebut adalah pemutakhiran dari peta sebelumnya yang dikeluarkan pada 2010.

Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga menuturkan bahwa pemutakhiran data peta dilakukan untuk menghadapi potensi gempa yang akan terjadi di masa depan.

Peta ini juga untuk acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan terhadap bangunan gempa.

“Penyusunan pembaharuan Peta Gempa 2017 mengacu konsep Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) dan Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) dengan menggunakan semua data dan informasi serta metode terkini untuk wilayah Indonesia,” jelas Danis di Auditorium Kementerian PUPR, Senin (4/9).

Terdapat sembilan hal yang disepakati dalam pemutakhiran data pada peta gempa baru, yakni sudah berusia lebih dari lima tahun, terdapat identifikasi sumber kegempaan baru dari sisi geologi, seismologi dan geodesi.

Adapun peningkatan keakuratan estimasi parameter krusial dalam mengonstruksi peta gempa dan pendetailan sumber gempa, dan memakai persamaan atenuasi gelombang gempa terbaru.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa sekarang ada 295 titik sesar aktif yang tercatat di dalam peta gempa terbaru. Data ini melengkapi data sebelumnya, dimana hanya terdapat 81 titik sesar aktif.

“Jadi, peta itu sangat dibutuhkan dalam probability prediction. Jadi butuh data. Makin banyak data, makin bagus antisipasi,” jelas Basuki.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, perumahan terjangkau di Bogor dengan nama Greenland River Villa di Ciampea. Perumahan di kawasan Tegal Waru tersebut memasarkan rumah senilai Rp.200-300 jutaan/unit.

Tipenya 24/60 dengan harga Rp.251 juta dan 33/71 Rp.341 juta, dan tipe hoek mulai harga Rp.400-500 jutaan. Dengan depe 10%, cicilannya senilai Rp.2,1 juta per bulan dengan tenor 15 tahun, terjangkau konsumen bergaji Rp.6 jutaan per bulan.

Kiara Residence dan Kirana Green Valley, kedua perumahan yang dikembangkan PT Graha Indah Kirana berlokasi di Semplak, harganya juga cukup terjangkau.

Tipe 36/90 dan 36/75 dengan harga mulai Rp.400 juta. Keduanya sangat dekat dengan perumahan Taman Yasmin lengkap dengan fasilitas seperti rumah sakit, supermarket, dan pertokoan.

Dekat dari jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR), Kirana Green Valley memberikan diskon besar-besaran untuk uang muka. Seharusnya di atas Rp.100 juta (20%), sekarang konsumen hanya cukup membayar Rp.15 juta.

Perumahan lainnya memasarkan hunian dua lantai senilai Rp.700 juta/unit. Cilebut Residence yang lokasinya dekat stasiun, paling kecil tipe 80/101 Rp.1,07 miliar. Kebun Raya Residence di Jl Jabaru 2, Pasir Kuda, dekat dari Kebun Raya, masih ada rumah tipe 42/72 Rp.500 juta, namun sebagian besar harganya sudah di atas Rp.1 miliar/unit.