Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

SEMARANG, INAPEX.co.id – Peserta BPJS dapat Manfaat Layanan Tambahan (MLT) saat pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) kelas menengah.

Antusias para pemohon pengajuan KPR tersebut juga dibenarkan, Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Pemuda Semarang, Mulyono Adi Nugroho, terkait kepesertaan untuk pembiayaan rumah berbunga ringan.

Adi Nugroho mencatat, pada pertengahan tahun ini, sudah ada 23 peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengajukan fasilitas KPR tersebut. “Ini semuanya masih proses. Total sebenarnya ada 25 orang yang mengajukan tapi yang dua orang gagal kredit,” jelasnya, baru – baru ini.

Menariknya, masih dikatakan Adi, 23 orang tersebut mengajukan rumah kelas menengah. Tidak ada yang mengajukan perumahan subsidi. “Semuanya yang mengajukan itu untuk perumahan non-subsidi. Tapi, kami juga memberikan batasan harga rumah maksimal Rp 500 juta,” jelasnya.

Menurutnya, selisih bunga bagi pengguna fasilitas BPJS Ketenagakerjaan tersebut cukup besar. Jika bunga KPR umumnya sampai dua digit, kata dia, melalui fasilitas BPJS Ketenagakerjaan hanya sebesar 7,75 persen. “Tapi, untuk menggunakan fasilitas KPR ini, kami masih hanya bekerjasama dengan BTN,” jelasnya.

Bagaimana cara mengajukan KPR lewat BPJS Ketenagakerjaan? Mulyono menjelaskan, konsumen hanya menunjukkan kepemilikan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan ke BTN, setelah menentukan lokasi rumah yang diinginkan.

Setelah bank melakukan proses verifikasi, BTN akan mengajukan surat ke BPJS Ketenagakerjaan. “Nanti kami cek, kalau memenuhi syarat kepesertaan minimal satu tahun dan perusahaan tertib membayar iurannya. Kami akan memberikan surat rekomendasi,” kata dia.

Menurutnya, mekanisme pembiayaan KPR tersebut juga berlaku bagi tenaga kerja yang ingin merenovasi rumah.
“Hanya saja, untuk tenor renovasi rumah hanya 10 tahun maksimal, sedangkan kepemilikan rumah 20 tahun,” katanya.

Terlepas itu, secara terpisah terdapat 200 stand properti dipastikan bakal ikut sebagai peserta untuk meriahkan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2017 di Indonesia Properti Expo (IPEX).

Peserta pameran yang terdiri dari 117 stand pengembang komersil dan 83 stand pengembang properti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan berlangsung mulai 11 hingga 20 Agustus 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Ajang promosi dan transaksi properti yang dirangkai dalam peringatan Hapernas tersebut akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Jum’at (11/8/2017) nanti.

Pameran properti menampilkan 845 proyek rumah layak huni tersebut sekaligus mendukung program satu juta rumah yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Indonesia Properti Expo yang tertajuk ‘Rumah Layak Huni Menuju Masyarakat Sejahtera’ menyuguhkan 17 layanan kemudahan. Subsidi bunga pengembang merupakan join promo antara Bank BTN dengan pengembang sehingga menciptakan suku bunga menarik yang dapat ditawarkan kepada masyarakat konsumen.

Bahkan, setiap pengunjung memiliki kesempatan ikut undian berhadiah berupa 1 unit mobil serta beragam hadiah menarik lainnya.
Selain gratis tiket masuk, pengunjung bisa membuka rekening tabungan di layanan Bank BTN langsung dapat sejumlah saldo.

Manager Sales Development Bank BTN Romeo Daniel, dalam kegiatan Technical Meeting menjelaskan tentang berbagai kemudahan tersebut.

“Kemudahan itu diantaranya, Suku Bunga / Margin Murah, 5.00 % (Fixed 1 Th & Cap 2 Th), 6.50 % (Fixed Rate 3 Th), Uang Muka Ringan, Diskon Provisi 50%, Diskon Administrasi 50%, Diskon Premi Asuransi 20%,” kata Romeo di Ruang Merak JCC Senayan.

Lebih lanjut dikatakan Romeo, IPEX 2017 yang tertajuk ‘KPR BTN Merdeka’ tersebut, terdiri dari : 117 Stand Peserta Komersil, dan 83 stand Peserta FLPP.

“Subsidi bunga pengembang merupakan join promo antara Bank BTN dengan pengembang sehingga menciptakan suku bunga menarik yang dapat ditawarkan kepada konsumen,” pungkasnya.