Perusahaan Timah Bangun Perumahan Kelas Menengah di Jakarta
Perumahan Kelas Menengah di Jakarta (Foto: housingestate)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlomba-lomba menggeluti ke sektor properti. Pemain baru yang terlibat dalam pengembangan proyek properti ialah PT Timah (Persero) Tbk lewat anak usahanya PT Timah Karya Persada Properti.

Timah menyusul Adhi Persada, Wika Realty, HK Realtindo, PP Properti, dan Perumnas yang telah lebih dulu terjun di bidang ini. Timah mengembangkan aset-aset lama miliknya di sejumlah lokasi jadi hunian menengah.

Saat ini dipasarkan dua perumahan dengan brand Payon, yakni Payon Kaladia dan Payon Ponca Cirendeu. Timah juga memiliki aset ratusan hektar di Bekasi yang juga akan dikembangkan jadi kawasan perumahan.

Payon Ponca dikembangkan di Jl Muri Salim II, Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, dekat dari kampus Kedokteran UIN. Lokasinya dempet dengan Jakarta Selatan, hanya 3 km dari Lebak Bulus yang akan jadi stasiun dan depo MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI.

Jumlah rumahnya hanya 12 unit dengan target pasar kalangan menengah mapan. Semua huniannya dua lantai dengan luas bangunannya 100-103 m2, tanah 79-137 m2 senilai Rp.1,3 – Rp.1,9 miliar.

Setiap rumah dilengkapi 3 kamar plus kamar asisten rumah tangga, dua kamar di lantai atas dan satu di bawah.

“Pembelian dengan KPR DP-nya 20 persen diangsur tiga kali,” imbuh staf pemasarannya, Agi kepada pers di Jakarta, baru-baru ini.

Sedangkan Payon Kaladia dikembangkan di Jl Timah, Tugu, Kelapa Dua, Depok. Jumlah rumahnya 48 unit dan 19 unit ruko.

Dibanding Payon Ponca bangunannya lebih kecil, namun kavelingnya sangat besar. Luas bangunannya 80 m2, tanah 120-180 m2 dibandrol Rp.1,4 miliar – Rp.2,06 miliar.

Lokasinya tak kalah strategis dekat Stasiun Depok dan jalan tol Cinere-Jagorawi. Selain itu juga dekat kampus Gunadarma, Universitas Indonesia (UI), dan sekolah-sekolah favorit lainnya. Fasilitas publik tersedia lengkap di Jl Raya Margonda, misalnya area komersial, mal, dan rumah sakit.

Selain itu, pada kesempatan berbeda, pengembang BUMN yang lumayan ekspansif  salah satunya HK Realtindo (HKR). Tahun 2017 HKR mengembangkan tiga perumahan, sejumlah proyek apartemen dan komersial. Satu perumahannya dikembangkan di Jabodetabek, yakni Cendana Regency seluas 17 hektar di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Dua lainnya H Residence Serang seluas 70 hektar dan Southern Balikpapan seluas 5 hektar.

Cendana Regency mulai dipasarkan pertengahan tahun 2016. HKR menyasar kalangan menengah yang mulai mapan dan memerlukan hunian dekat Jakarta. Tahap I terdiri cluster Akasia dan Borneo tersedia tipe 45/81 dan 51/105 dibandrol Rp.800 juta – Rp.1,04 miliar.

“Segmen ini di sekitar Jakarta pasarnya masih bagus,” kata Direktur Utama HKR, Koentjoro, kepada pers di Jakarta.