Perumnas Bidik Potensi Pasar Terintegrasi Stasiun Kereta. (Foto: HE)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tingginya minat dan antusias konsumen properti, Perum Perumnas terus membidik potensi pasar terintegrasi dengan sejumlah setasiun kereta. Optimis Perumnas juga dibuktikan dengan pengembangan proyek apartemen terintegrasi stasiun kereta komuter di stasiun Rawabuntu.

Proyek hunian vertikal itu juga terintegrasi dengan Stasiun Serpong, Tangerang Selatan, Banten, di jalur kereta Jakarta-Bintaro-Serpong-Parung Panjang-Tigaraksa-Maja-Rangkasbitung, bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan.

“Sebelumnya proyek apartemen terintegrasi stasiun itu sudah kami kembangkan di stasiun Tanjung Barat (Jakarta Selatan) dan staisun Pondok Cina (Depok, Jawa Barat) di jalur kereta komuter Bogor-Depok-Jakarta. Di stasiun Rawa Buntu ini menjadi proyek kami yang ketiga. Minat konsumen luar biasa yang membuat kami juga bersemangat mengembangkannya,” jelas Bambang Triwibiwo, Direktur Utama Perumnas, melalui siaran pers di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Bambang, proyek yang dinamakan Mahata Serpong ini berdiri di atas lahan 2,4 ha. Nantinya proyek ini bakal dikembangkan menjadi enam tower dengan total 3.632 unit hunian.

Tahap pertama dibangun tiga tower (1.816 unit) dengan rincian 1.486 unit apartemen komersial dan 330 unit apartemen bersubsidi. Tipenya studio 21,9 m2, 1 kamar tidur (KT) 34 m2, dan 2 KT 35,9-60,4 m2.

“Perizinan proyek sudah selesai sehingga kami optimistis tahap pertama bisa diselesaikan tahun 2020,” ujarnya.

Mahata Serpong adalah bagian dari proyek terintegrasi transportasi massal yang diresmikan bersama Cisauk Point di stasiun Cisauk (PT Adhi Commuter Properti-KAI) dan stasiun Jurangmangu (PT HK Realtindo-KAI) oleh tiga menteri serta Gubernur Banten dan Walikota Tangsel, di stasiun Rawabuntu.

“Total tiga proyek terintergrasi stasiun itu menelan investasi sekitar Rp6 triliun. Ini salah satu cara pemerintah mendorong masyarakat menggunakan transportasi public guna mengurangi kemacetan lalu lintas, polusi, dan pemborosan BBM,” tambah Menteri BUMN Rini Soemarno.