Perumahan dan Industri Manufaktur Terkoneksi dengan BizPark. (Foto: dok.pemkotsamarinda)
Perumahan dan Industri Manufaktur Terkoneksi dengan BizPark. (Foto: dok.pemkotsamarinda)

SAMARINDA, INAPEX.co.id,  – Samarinda Ilir masih terbuka untuk permukiman dan industri manufaktur yang terkoneksi dengan BizPark di depan Jembatan Mahkota II.

“Di dekat situ ada perusahaan farmasi yang melayani Kaltim dan Kaltara,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Disciptakot) Samarinda Dadang Airlangga, belum lama ini.

Menurutnya, dalam rencana detail tata ruang kota, dikatakan Dadang daerah yang masih terbuka untuk permukiman diantaranya Samarinda Ulu, Lempake, Gunung Kelua, dan Air Hitam. “Samarinda Utara masih boleh masuk properti tapi sangat terbatas,” ungkap Dadang.

Sementara sebelah barat Samarinda yang berbatasan langsung Tenggarong, tak menutup kemungkinan bakal bersambung seperti di Jawa.

Maksudnya, Pemkot Samarinda berencana bekerjasama dengan Pemkab Kukar untuk membangun kawasan kumuh perbatasan dan pemanfaatan lahan eks perusahaan tambang sebagai tempat pembuangan sampah dan pemanfaatan sampah menjadi listrik.

Selain itu, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda juga bakal dirombak tahun depan. Penataan ruang ini sangat penting, karena sebagai pedoman bagi pengusaha yang ingin mengembangkan sayap bisnis.

Kemudian, dari rencana perombakan itu, tersingkap peluang pembangunan properti di wilayah Samarinda Utara sangat terbatas.

Dadang menambahkan, tahun depan RTRW bakal diganti. RTRW, masih dikatakan Dadang, harus menyesuaikan kondisi yang ada sekarang. RTRW ditinjau lima tahun sekali dan tahun depan wajib diubah.

Dari rencana perubahan itu, Dadang mengungkapkan, Samarinda Utara bakal jadi cadangan permukiman. Boleh buka permukiman tapi tak boleh sporadis. Oleh karena itu, kalau dibuka secara besar-besaran, jelas dia, bakal menambah neraca air di sana yang kemudian menjadi beban bagi Sungai Karang Mumus (SKM).

Di daerah Sungai Siring, Samarinda Utara dekat Bandara Samarinda Baru (BSB), kata Dadang bakal dibangun rest area.

Menurut Dadang, pengusaha properti masih bisa membangun proyek di sana, tapi sangat terbatas. “Daya tarik Samarinda Utara adalah BSB. Dengan sendirinya bakal tumbuh investasi, seperti hotel, restoran, dan sarana rekreasi di sana,” katanya.