apartemensby
Meningkatnya permintaan (demand) apartemen murah dengan fasilitas mewah cukup tinggi. (Foto: bstu)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Terus meningkatnya permintaan (demand) apartemen murah dengan fasilitas mewah cukup tinggi, terlihat mewarnai pasar property diwilayah Surabaya.

Diantaranya seperti yang dibandrol Sipoa Group untuk Royal Mutiara Residence (RMR) seharga Rp 300 juta dengan luas 35 meter persegi (m2) per unit ini terbukti cukup laris.

Bahkan fenomena itu juga terlihat pada intensitas penjualan, kendati baru dimulai pembangunannya hingga sekarang ini sudah terjual 600 unit dari total 1.250 unit pada tahap pertama.

“Dengan demand tinggi di tengah tren pertumbuhan sektor properti serta kelonggaran DP, kami optimistis sisa 650 unit akan ludes terjual dalam waktu satu setengah tahun ke depan. Apalagi untuk penjualan RMR tahap pertama ini, kami juga memberi kelonggaran angsuran mulai 3 jutaan yang dapat di angsur 100 bulan tanpa bunga,” terang Ceo Simpoa Group Budi Santoso, belum lama ini.

Selain itu,perusahaan pengembang properti, Sipoa Group, juga mendapat dukungan dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) melalui pinjaman Rp 162,5 miliar untuk membangun proyek apartemen RMR di wilayah Surabaya timur tersebut.

Budi Santoso, menambahkan, proyek apartemen RMR merupakan salah satu bagian dari 16 mega proyek yang akan dikembangkan Sipoa Group diatas lahan seluas 400 hektar di wilayah paling ujung Surabaya timur yang berbatasan dengan Sidoarjo.

RMR merupakan low rise apartement, masih dikatakan Budi Santoso, karena hanya terdiri dari lima lantai. Pembangunan RMR akan dilakukan dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama, akan dibangun sebanyak 1.25 unit yang terdiri dari delapan blok diatas lahan seluas 17 hektar. Proyek tahap pertama ini diperkirakan akan menyerap dana sebesar Rp 200 miliar.

“Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, kami mendapat pinjaman dari BTN sebesar Rp 162,5 miliar, sedangkan sisanya dari kas internal,” kata Budi.

Budi mengungkapkan, pembangunan proyek RMR tahap satu sudah mulai dikerjakan yang ditandai pemancangan tiang perdana (ground breaking) beberapa waktu lalu dan proyek ini akan memakan waktu sekitar 2 tahun.

“Sehingga, kita berharap pada pertengahan tahun 2018 proyek sudah selesai dan semua unit apartemen bisa kita serahkan ke konsumen,” terang Budi.

Branch Manager BTN Surabaya, Rifki Sengadji mengakui, ketertarikan BTN untuk mendanai kontruksi proyek RMR tahap pertama dengan menyalurkan kredit kontruksi hingga Rp 162,5 miliar karena proyek tersebut mempertimbangkan demand yang tinggi.

Selain itu, proyek RMR itu juga merupakan bagian dari rencana Sipoa Group untuk mewujudkan kawasan yang benar-benar barui di Surabaya timur melalui 16 mega proyek yang direncanakan.

“Bukan hanya pada proyek RMR yang terbagi dalam tiga tahap, kami juga ingin menjadi bagian dari rencana beberapa proyek lainnya isini. Kami melihat prospek yang cukup bagus kedepan,” kata Budi.

Dia menambahkan keterlibatan BTN pada proyek RMR tak sebatas pada penyaluran kredit konstruksi tetapi juga membuka peluang penyaluran kredit kepemilikan apartemen (KPA) kedepan.

Sehingga, porsi KPA di BTN Surabaya akan terus meningkat seiring dengan tumbuhnya pembangunan apartemen di Surabaya. Saat ini, pertumbuhan KPA mencapai 23 persen atau lebih besar dibandingkan kredit untuk landed sebesar 12 persen. “Kami ingin KPA akan semakin meningkat dari proyek RMR yang dikembangkan Sipoa Group ini,” imbuh Rifki.