Perlancar Arus Mudik Dalam Tol, PUPR Terapkan Sistem Bayar Hanya Sekali
Gerbang Tol (Foto: lakeybanget)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Beberapa ruas jalan tol diintegrasikan dengan menghapus sebagian gardu pembayaran. Hal ini dilakukan guna memperlancar arus lalu lintas di jalan tol dengan menggunakan sistem off ramp pay, bayar saat keluar, dan on ramp pay, bayar saat masuk.

“Yang akan kita integrasikan jalan tol Cikopo-Palimanan, Cipularang-Purbaleunyi, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan-Brebes Timur, Jakarta-Tangerang, Tangerang-Merak, dan Jagorawi,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada pers di Jakarta, Jumat (31/3).

Pada 9 April 2017 untuk ruas Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak akan dihilangkan gerbang tol Karang Tengah. Jalan tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) pada 23 Mei 2017 semuanya akan dibuka sehingga pengendara jalan tol cukup bayar sekali saja.

Sementara ruas tol Kamal-Muara lebih cepat mulai 1 April 2017 gerbangnya akan dilebarkan sehingga arus lalu lintasnya bisa lebih lancar.

Integrasi skema pembayaran tersebut akan dijalankan secara bertahap. Tahap pertama dikerjakan di ruas tol dalam kota sebab itu merupakan jalur paling padat.

Kelak, semua jalan tol di Pulau Jawa akan memakai skema on ramp pay dan off ramp pay sehingga waktu tempuh dapat berkurang. Ruas jalan tol Soreang-Pasir Koja secepatnya akan beroperasi langsung memakai skema off ramp pay.

“Upaya ini untuk memperlancar jalur jalan tol khususnya untuk menghadapi arus mudik Lebaran pada tahun ini. Selanjutnya juga akan didorong pembayaran non tunai dengan e-payment multi bank sehingga jalan tol kita bisa free flow dalam beberapa tahun ke depan,” jelas Basuki.

Bergeser ke Balikpapan, pada kesempatan berbeda, PT Sinar Mas Wisesa, anak perusahaan Sinar Mas Land (SML), telah meresmikan gerbang utama di proyek Grand City Balikpapan seluas 220 hektar.

Tak hanya membuka gerbang utama, akses utama masuk ke kawasan perumahan ini juga menjadi jalan tembus ke Jalan Soekarno Hatta yang merupakan poros utama Balikpapan-Samarinda.

Gerbang ini jadi akses baru dengan panjang 3 km dan lebar jalan 32 meter yang dibangun SML untuk menghubungkan Jalan M.T. Haryono di Km 7 ke Jalan Soekarno Hatta.

Akses tersebut akan berefek pada berkurangnya kemacetan di ruas tersebut utamanya setiap pagi hari. Pembukaan jalan tersebut membuat kawasan Grand City Balikpapan mempunyai 2 cabang utama ke perkantoran, pusat belanja, pusat rekreasi, dan lainnya sehingga gerbang tersebut juga diharapkan jadi landmark baru Kota Balikpapan.

“Ini menjadi upaya kami selaku pengembang untuk menghadirkan fasilitas terbaik di setiap proyek yang kami kembangkan. Selama ini Kota Balikpapan mengalami kemacetan parah dan menumpuk di Jalan Soekarno Hatta, jalan yang kami bangun ini selanjutnya akan memudahkan penghuni Grand City maupun masyarakat umum,” tutur CEO Development & Services SML Ishak Chandra, dalam siaran persnya, Kamis (30/3).