Direktur BTN Budi Satria saat meninjau pameran IPEX 2018. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar akad secara massal.

“Tujuan utamanya kan untuk ikut menyukseskan Program Satu Juta Rumah. Di Semarang ini ada 20 debitur dari 19.750 orang yang mengajukan akad. Ini serentak di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Bank BTN, Budi Satria, usai meninjau akad KPR massal di Kantor Cabang BTN di Karang Ayu, Kota Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Menurutnya, KPR yang pertama kali dirilis BTN tersebut diharapkan tetap konsisten mengembang misi untuk mewujudkan rumah yang layan bagi masyarakat.

“Akad KPR massal kembali ke kampung halaman, intinya seperti itu, karena KPR itu pertama kali dirilis kan oleh BTN dan kami berharap tetap konsisten mengemban misi awal ketika pertama kali KPR diluncurkan, yaitu membantu mewujudkan rumah yang layak bagi masyarakat,” tambah Budi.

Sejak 1976 hingga bulan Oktober 2018 atau kurang lebih 42 tahun, BTN sudah merealisasikan 4,29 juta unit rumah, baik dalam bentuk KPR subsidi maupun nonsubsidi.

Adapun nilai KPR yang sudah terealisasi mencapai lebih dari Rp 257,6 triliun untuk lebih dari 4 juta keluarga dari kelas bawah menengah maupun atas.

Lebih lanjut dikatakan Budi, target KPR BTN terus menanjak seiring komitmen pemerintah dalam mewujudkan perumahan layak bagi rakyat, baik dari sisi pembiayaan maupun penyediaan properti.

Komitmen tersebut, masih dikatakan Budi, penting sebagai pegangan bagi perbankan maupun developer untuk aktif membangun dan membiayai proyek properti.

Budi optimistis, citra BTN sebagai Bank KPR akan tetap kuat di tengah persaingan produk KPR karena sejumah alasan. Pertama, jelas Budi, BTN menjadi bank yang memiliki beragam produk KPR yang sudah disesuaikan dengan segmen nasabah yang dibidiknya.

“Kami sudah memiliki KPR Mikro, KPR ABCG selain KPR Subsidi untuk melayani masyarakat segmen menengah bawah. Kedua, kami juga mengembangkan produk pendukung KPR itu sendiri, misalnya produk tabungan perencanaan seperti tabungan SIAP, dan yang terbaru tabungan Simuda,” ujarnya.

Adapun yang ketiga, lanjut dia, BTN juga proaktif merangkul pihak swasta berkolaborasi untuk memudahkan masyarakat mengakses KPR Subsidi. Beberapa di antaranya dengan perusahaan ojek online dan taksi.

“Untuk yang keempat, kami juga responsif terhadap kebutuhan dan kemampuan segmen masyarakat menengah yang saat ini mayoritas dihuni oleh anak-anak milenial. Untuk segmen ini kami sudah merilis KPR Gaeesss sebagai program yang dirancang untuk memudahkan kalangan milenial mendapatkan penyaluran kredit perumahan,” tambah Budi.