Pemerintah wujudkan impian buruh miliki rumah. (Foto: istimewa)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Perayaan hari kemenangan buruh 1 Mei atau May Day 2017 para bekerja bisa memiliki rumah dengan uang muka (UM) 1%. Kebijakan itu sebagai kado istimewa dari Pemerintah Joko Widodo.

“Mulai sekarang, para pekerja dapat memiliki rumah dengan uang muka satu persen dari harga rumah. Adapun harga rumah tergantung di mana lokasinya berada,” kata Direktur Utama Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto ketika mendampingi Menteri Ketenagakerjaan pada puncak perayaan May Day 2017 di area Eks Driving Golf Senayan, Senin (1/5).

Dihadapan ribuan buruh, Agus menjelaskan kebijakan rumah murah untuk pekerja ini mulai berlaku tahun ini. Presiden Jokowi minggu lalu telah melakukan groundbreaking pembangunan rumah pekerja di area Urban Town Loftvillass, Serpong, Tangerang.

“Mulai sekarang, teman-teman buruh bisa memiliki rumah tempat tinggal dengan harga terjangkau. Pemerintah menetapkan uang muka untuk rumah buruh ini hanya satu persen dari harga rumah. Ini adalah kado Pemerintah Jokowi untuk teman-teman buruh dalam perayaan May Day 2017 ini”, kata Agus.

Sementara itu, Menteri Hanif menambahkan, kebijakan rumah murah dengan uang muka satu persen ini merupakan bukti keseriusan pemerintah mengupayakan peningkatan kesejahteraan buruh dan pekerja.

“Ini wujud nyata bahwa pemerintah serius mengupayakan kesejahteraan teman-teman pekerja. Sepeti saya sering katakan, upah bukan satu-satunya cara menyejahterakan pekerja. Dengan berbagai kebijakan yang ditetapkan pemerintah, seperti rumah murah ini, maka kesejahteraan pekerja akan semakin meningkat”, jelas Hanif.

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi melakukan groundkreaking didampingi Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyo beserta 30 orang presiden konfederasi, ketua umum dan sekjen federasi buruh.

Diantaranya Andi Gani Nena Wea (KSPSI), Mudhofir (KSBSI), Yorrys Raweyai (KSPSI), Ramidi (KSPI), Ristadi (KSPN), Mirah Sumirat (Aspek Indonesia), Sudarto (RTMM), Bibit Gunawan (FSP-NIBA), Muhamad Kusnadi (SP Jasa Marta), Syafriadi (SP KAI) dan lain-lain.

Pada kesempatan itu, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan akan merayakan May Day tidak dengan unjuk rasa apalagi mogok nasional. Menurutnya, perayaan May Day dengan model unjuk rasa dan mogok akan membuat masyarakat semakin apriori terhadap gerakan buruh.

“Kalau soal May Day besok kita semua komit berjalan tertib dan aman pak. Kami sudah saling berkomunikasi dengan sesama pimpinan buruh, kami akan buat beda. Orang kan takut kalau Andi Gani sudah turun ke jalan, aksi May Day, tapi kali ini akan kami buat beda. Kami akan selenggarakan parade kebudayaan. Ada marching band di jalan-jalan, sampai ke Istana. Ada juga pencak silat dan lain-lain,” ungkap Andi Gani Nena Wea.