Penting, Harga Rumah Subsidi Tahun 2017!
Rumah Subsidi (Foto: ist)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Harga rumah subsidi tahun 2017 penting diketahui agar semakin rajin menabung untuk Anda yang belum memiliki rumah. Kebutuhan akan rumah sangat krusial menyebabkan sebagian orang mesti berpikir keras untuk dapat mewujudkannya.

Jika penghasilan yang ada tak sanggup membeli rumah kelas menengah, maka rumah subsidi atau rumah murah yang disuplai pengembang jadi pilihan terbaik.

Berdasarkan ketentuan Pemerintah pada tahun 2017 harga rumah subsidi ialah sebagai berikut:

  1. Jabodetabek: Rp.141 juta
  2. Jawa (Kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi): Rp.123 juta
  3. Sumatera (Kecuali Kep. Riau dan Bangka Belitung: Rp.123 juta
  4. Kep Riau dan Bangka Belitung: Rp.129 juta
  5. Kalimantan: Rp.135 juta
  6. Sulawesi: Rp.129 juta
  7. Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara: Rp.141 juta
  8. Papua dan Papua Barat: Rp.193,5 juta

Sebelum mengajukan KPR subsidi, ketahui terlebih dulu persyaratan dan kriteria yang berlaku, yaitu:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia,
  • Berpenghasilan maksimal Rp.4 juta per bulan untuk rumah tapak atau Rp.7 juta per bulan untuk rumah susun,
  • Tidak memiliki rumah dan belum pernah memperoleh subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah,
  • Berusia 21 tahun atau telah menikah,
  • Memiliki masa kerja atau usaha minimal satu tahun,
  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku,
  • Tidak mengalihtangankan rumah tersebut dalam waktu lima tahun,
  • Pastikan kelengkapan persyaratan dan dokumen agar melancarkan KPR sampai pelunasan.

KPR di Pameran Properti

Sebagai ajang promosi dan transaksi Indonesia Properti Expo ((IPEX) 2017, optimis penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bakal diserbu berbagai kalangan konsumen. Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus bertambah sangat berpengharuh terhadap meningkatnya kebutuhan hunian.

“Hal itu memicu terjadinya backlog penyediaan berbagai jenis produk real estate nasional, terutama di kota-kota besar,” kata Direktur Utama PT. Adhouse Indonesia Cipta (AIC) Soedirman Zakaria, sekaligus sebagai penyelenggara IPEX 2017 di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, pelonggaran aturan loan to value (LTV) berdampak pada kredit properti yang diprediksi akan semakin terasa tahun depan. Alasan itulah yang membuat sejumlah bank merasa optimis pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) akan jauh lebih tinggi.

Hal senada juga dikatakan pengamat properti Toerangga Putra, terkait sejumlah bank pemain KPR bahkan berani menjamin pertumbuhan KPR hingga dua digit di tahun 2017. “Di kalangan perbankan itu mentargetkan pertumbuhan KPR hingga 10% ditahun 2017 nanti,” ungkap pengamat properti Toerangga Putra.

Menurutnya, sejak relaksasi LTV dikeluarkan Agustus 2016 lalu, penyaluran KPR terus meningkat serta mampu mencetak pertumbuhan bulanan dua kali lipat.

Selain karena LTV, masih dikatakan Toerangga Putra pendiri portal berita properti dan investasi tersebut, bahwa KPR tumbuh juga karena strategi harga. “Demi memenuhi target, dikalangan perbankan juga akan menerapkan strategi cross selling,” katanya.

Kemudian, bank penyalur KPR tersebut juga akan meningkatkan kerjasama pemasaran dengan pedagang perantara atau broker properti. “Seperti yang dilakukan sejumlah bank lain, pihak managemen akan menerapkan strategi, yaitu melalui sisi suku bunga dan kemudahan proses,” jelas Toerangga.