Peletakan batu pertama Perumahan TKI oleh Manaker Hanif Dhakiri. (Foto: kps)
Peletakan batu pertama Perumahan TKI oleh Manaker Hanif Dhakiri. (Foto: kps)

MADIUN, INAPEX.co.id, – Sekelompok mantan buruh migran atau tenaga kerja Indonesia yang tergabung Peduli Buruh Migran (PBM) Madiun membangun proyek perumahan khusus para mantan tenaga kerja Indonesia (TKI).

Bahkan fasilitas kredit rumah itu sengaja disiapkan untuk eks TKI yang pulang ke Indonesia tanpa hasil.

Menurut Koordinator Nasional PBM Lily Koesnadi, hasil riset yang dilakukan, mayoritas penghasilan TKI habis untuk memenuhi gaya hidup konsumtif.

Bahkan riset yang dilakukan terhadap sejumlah TKI di Taiwan, Jepang, Korea, dan Hongkong menyebutkan penghasilan ludes untuk gaya hidup mewah.

“Penghasilan mereka habis untuk hidup konsumtif dan gaya hidup yang mewah,” kata Lily di Madiun, Jawa Timur, belum lama ini.

Karena itu, aktivis buruh migran di PBM memunculkan ide untuk membuat perumahan khusus bagi para TKI dan eks TKI.

Sebagai pilot project, perumahan khusus bagi TKI dan eks TKI akan dibangun di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Untuk tahap perdana, akan dibangun 71 unit rumah dengan tipe luas bangunan 36 meter persegi.

Rumah tersebut dijual seharga Rp 132 juta. Uang muka pembelian paling rendah Rp 2,5 juta. Pembelian rumah dapat diangsur hingga 20 tahun.

Lily mengatakan bahwa orang yang boleh mengajukan pengambilan rumah hanyalah TKI atau mantan TKI.

Untuk itu harus dibuktikan dengan paspor dan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri.

“Kalau dia mantan TKI, maka harus memenuhi perayaratan perbankan dan punya penghasilan tetap,” kata dia.

Lily mengklaim sudah 41 TKI yang memesan rumah tersebut meski pembangunannya belum dimulai.

Menurutnya, pembangunan perumahan khusus TKI dan eks TKI itu terinspirasi dari program sejuta rumah yang digagas oleh Presiden Joko Widodo.

 

(kps)