PT Urban Jakarta Propertindo Tbk, segera melantai di bursa efek. (Foto: Urban)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Pengembang yang memiliki konsep unggulan yaitu Transit Oriented Development (TOD) segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengembang tersebut adalah PT Urban Jakarta Propertindo Tbk, akan menawarkan lewat saham perdana atau initial public offering (IPO).

Rencananya dana IPO itu bakal untuk melakukan ekspansi bisnis properti. Kemudian, Urban Jakarta berencana melepas enam ratus juta saham atau setara dengan 16,85 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan penawaran umum perdana saham.

Direktur Pengembangan Usaha, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk, Tri Rachman Batara dalam keterangan persnya, menjelaskan, perseroan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi Sehingga total saham baru adalah 1 miliar atau setara dengan 28,08% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

“Urban Jakarta mematok harga penawaran antara Rp 1.000 per saham hingga Rp 1.250 per saham. Artinya, Urban Jakarta akan mengantongi dana segar Rp 600 miliar hingga Rp 750 miliar. Pasalnya, saham baru untuk konversi tidak akan masuk ke kantong Urban Jakarta,” katanya.

Perusahaan properti ini juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 840 juta waran seri I yang menyertai saham baru. Setiap pembeli lima saham baru berhak atas tujuh waran secara cuma-cuma. “Penerbitan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi tidak disertai penerbitan waran,” katanya.

Untuk aksi korporasi ini, Urban Jakarta menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek.

Periode penawaran awal alias book building akan berlangsung pada tanggal 9 November hingga 19 November 2018, dengan perkiraan tanggal efektif pada 30 November 2018.

“Sehingga penawaran umum akan dilaksanakan pada 6 Desember 2018 dan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 12 Desember 2018,” jelas Tri.

Adapun usai tahapan listing ke depan, Urban Jakarta Propertindo akan melepas total 28,08% saham kepada publik, dan IDL.

Namun ke depan, porsi kepemilikan publik dan IDL akan berubah. Pasalnya, bersamaan dengan IPO saham, calon emiten ini juga menawarkan 840 juta unit waran seri I.

Pihak manajemen Urban Jakarta Propertindo menyampaikan, setiap pemegang lima saham perseroan berhak untuk meraih satu waran.

Sementara, pasca pemegang saham mengeksekusi waran I tersebut, porsi kepemilikan IDL di Urban Jakarta Propertindo akan menyusut ke 9,09%, dan porsi saham publik naik ke 32,72%.

Rencananya 50% dana hasil IPO saham akan dialokasikan untuk mengakuisisi lahan di kisaran Jabodetabek, 30% untuk belanja modal, dan pemgembangan, serta sisanya untuk kebutuhan modal kerja Urban Jakarta Propertindo.

Khusus alokasi 20 % terhadap belanja modal dan pengembangan, perseroan berniat menggunakan dana IPO saham untuk biaya pengembangan, konstruksi awal dan perizinan proyek Urban Suites, Urban Sky, dan sejumlah proyek perseroan.