Ilustrasi. (Foto: SentulCity)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ditengah pemulihan setelah surut, banyak pengembang properti yang harus merubah strategi demi untuk meningkatkan penjualan. Paradigma baru itu juga diterapkan misalnya seperti konsumen yang semula dari kalangan investor saat ini tidak lagi menjadi prioritas.

Langkah itu karena mereka beralasan lebih memilih instrumen investasi lain di luar properti yang mudah dicairkan dan return-nya lebih tinggi. Rupanya mengubah strategi dalam bisnis properti tersebut juga diterapkan pengembang PT Sentul City Tbk.

Pengembang yang tengah fokus pada proyek township Sentul City (3.200 ha) di Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat tersebut saat ini sangat mengandalkan konsumen end user dan milenial.

Berdasarkan data penjualan saat ini segmen kalangan muda milenial jumlahnya terus meningkat.

“Kita juga tahu investasi properti yang kenaikannya bagus itu justru yang banyak dibeli end user. Pembeli milenial berusia 30-an hingga awal 40 tahun terus meningkat. Di Sentul City ada banyak katalis untuk membuat kawasannya menjadi lebih hidup. Makanya kami menyiapkan strategi khusus dan create produk yang sesuai dengan segmen ini,” jelas Kelvin Octavianus, Associate Director Sales & Marketing Sentul City, di Sentul, belum lama ini.

Saat ini cukup banyak pengembangan proyek dan fasilitas di Sentul City. Yang terbesar adalah pengembangan superblok di distrik pusat bisnis (CBD) seluas 7,8 ha yang terdiri dari Aeon Mall seluas 100 ribu m2, apartemen Verdura, Saffron Noble, Opus Park, perkantoran Centerra, Aeon Condotel, dan lain sebagainya.

Aeon mall sendiri telah melakukan tutup atap (topping off) awal tahun ini dan konstruksinya sudah mencapai lebih dari 70 persen.

Targetnya mal asal Jepang itu beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2019. Selain itu juga ada rumah sakit internasional, pasar bersih, wisata kuliner, fasilitas rekreasi, selain fasilitas pendidikan Universitas Trisakti, Sampoerna University, dan BCA Learning Center.

“Jadi ada banyak produk dan fasilitas yang akan membuat kawasan terus berkembang. Dari tiga fasilitas pendidikan itu saja bisa menjamin okupansi hotel di sekitaran sini. Artinya, secara kenaikan nilai dan potensi sewa properti di sini sangat baik. Sekarang kita memang lagi slow dulu. Nanti setelah pemilihan presiden bulan April 2019, akan ada banyak kegiatan dan kita akan lebih agresif,” ujarnya.