ilustrasi. (Foto: pupr)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan kualitas rumah rakyat, pengembang properti hanya membutuhkan regulasi yang jelas. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI),Totok Lusida menanggapi kebutuhan pengembang.

Menurutnya, selain regulasi yang jelas dan tidak tumpang tindih, serta mempertimbangkan secara riil kondisi di lapangan sehingga program strategis membangun rumah rakyat bisa berjalan.

Pengembang swasta ini kan mitra pemerintah, sehingga kami dengan sukarela mau mendukung Program Sejuta Rumah ini,” tegas Totok di Jakarta, baru-baru ini.

Selain itu, Totok juga menyinggung soal rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk melakukan pengawasan terhadap pembangunan perumahan rakyat untuk MBR.

Lebih lanjut Totok mengatakan, boleh saja jika pemerintah melalui Kementerian PUPR merasa perlu sampai membentuk satgas untuk mengawasi kualitas rumah yang dibangun pengembang swasta.

Namun hendaknya satgas harus dibekali fungsi yang jelas dan transparan, sehingga jangan sampai justru menimbulkan birokrasi baru di lapangan yang menghambat Program Sejuta Rumah sebagai salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo.

“Pengembang khususnya anggota REI tentu sudah banyak yang mengikuti aturan dan kebijakan dari Kementerian PUPR. Kami mempunyai komitmen yang sama dengan pemerintah,” ujarnya.

Begitu pun, Totok berharap kalau memang ada peraturan atau satuan tugas baru, maka seharusnya mengerti dan memahami kearifan lokal. Dia mencontohkan bahwa komponen bangunan di Indonesia itu berbeda-beda karena jenis tanahnya juga berbeda-beda.

“Harus mempertimbangkan kearifan lokal juga, supaya tahu bagaimana kebijakan yang mau diambil. Jangan semua aturan disamaratakan, kondisi tanah dan wilayah daerah di Indonesia itu enggak selalu sama. Selain itu, kalau ada peraturan baru, tolong kami pengembang diberitahukan jauh-jauh hari. Jangan serba mendadak,” ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid kepada wartawan mengatakan satgas khusus ini berfungsi melakukan pengawasan terhadap pembangunan perumahan rakyat bersubsidi.

Pembentukan satgas tersebut diharapkan dapat menertibkan dan meminimalisir adanya keluhan dari masyarakat terhadap kualitas perumahan yang dilaksanakan pengembang.

“Pengawasan dalam program rumah rakyat penting dilakukan. Karena di lapangan masih ada pengaduan dari masyarakat kepada pemerintah terkait kualitas bangunan yang dibangun,” ungkap Khalawi.

Selain bertugas untuk menertibkan dan menyelesaikan masalah di sektor perumahan, satgas khusus juga diharapkan bisa mendorong peran pemerintah daerah dan pengembang untuk pencapaian target Program Sejuta Rumah.

Khalawi menambahkan, berbagai aduan masyarakat kepada pemerintah antara lain tentang ketidakpastian waktu pembangunan, konsumen tidak mendapatkan jaminan atas sertifikat, tanah, dan legalitas bangunan.

Tak jarang perumahan yang dibangun mangkrak. Satgas pun akan memberi bantuan kepada pengembang yang mengalami kendala dalam proses perizinan sehingga membuat pembangunan oleh pengembang terganggu.

“Satgas ini nantinya akan melibatkan dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan bidang perumahan,” tambah Khalawi.

Selain Kementerian PUPR, kementerian dan lembaga lain yang terkait akan dilibatkan. Selain itu, asosiasi pengembang juga akan diajak serta. Pemerintah menargetkan tahun ini satgas tersebut bisa terbentuk.

Namun untuk sementara waktu satgas ini hanya akan berada di pusat, dan selanjutnya akan dibentuk pula di daerah-daerah.

Secara pribadi, Khalawi menyebutkan satgas ini sangat penting untuk melindungi konsumen. Sebab dirinya pernah menjadi korban aksi pengembang nakal yang membawa kabur uangnya saat dirinya membeli rumah pertama kali. Untungnya, pengembang rumah tersebut berhasil ditangkap.

Ia berharap, kejadian yang pernah dialaminya tidak terjadi kepada masyarakat lain terutama MBR yang masih sangat sulit untuk mendapatkan rumah.