Pengembang Mudahkan Pembayaran KPA Apartemen Kemang Penthouse
Apartemen Kemang Penthouse (Foto: mpiupdate)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – PT Mahardika Gagas Sejahtera (MGS/Eureka Group) telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bank BRI untuk memudahkan pembayaran fasilitas kredit pemilikan apartemen (KPA) proyek apartemen Kemang Penthouse.

Dalam kerja sama ini BRI memberikan sistem kredit multi facility atau pinjaman berkonsep all in one (satu untuk semua) untuk pembelian unit apartemen yang berlokasi di kawasan Antasari, Jakarta Selatan.

“Kerja sama ini konsepnya bisnis ekosistem karena fasilitas yang kami berikan bukan hanya untuk produk ini (apartemen) tapi juga untuk entitas usaha di bawah Eureka Group,” jelas Kepala Divisi Konsumer Bank BRI Sutadi Prayitno, saat penandatanganan perjanjian di Jakarta, baru-baru ini.

BRI menyajikan fasilitas kredit ini sebab Eureka Group mengembangkan bisnis sangat menarik meliputi hunian dan properti komersial.

Konsep kerja sama multi facility ini baru pertama kali diberikan BRI meliputi kredit konstruksi, pembiayaan untuk konsumen (KPR/KPA), dan services gedung. Ia berharap kerja sama ini saling menguntungkan kedua belah pihak.

Salah satu proyek properti komersial yang dikembangkan Eureka Group ialah Pusat Grosir Asperindo Ciledug (PGAC) berisi lebih dari tiga ribu unit kios.

Tidak hanya menyalurkan pembiayaan untuk kepemilikan kios, BRI juga mengeluarkan fasilitas kredit modal kerja bagi para pedagang grosir. Dengan paket kerja sama ini BRI dan Eureka bisa menawarkan produk KPR/KPA bunga 0 persen dengan cara memberikan subsidi.

CEO Eureka Group, Lukman Purnomosidi, mengungkap potensi pasar hunian di Kemang-Antasari dan sekitarnya sangat besar. Bangunan ini lokasinya dekat dengan koridor bisnis TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jl Jend Sudirman, dan jadi favorit tempat tinggal kalangan ekspatriat.

Apartemen ini dibandrol berkisar Rp.3-5 miliar per unit. Bahkan hingga saat ini sudah terjual 30% dari 144 unit yang dilempar ke pasar. PT Mahardika Gagas Sejahtera (MGS) pengembang Kemang Penthouse terhadap apartemen berketinggian 27 lantai tersebut.

“Saat ini, sekitar 30% Kemang Penthouse sudah terpasarkan. Kami berharap apartemen ini akan menjadi hunian premium dengan menghadirkan gaya hidup stylish dan mewah di kawasan Jakarta Selatan,” jelas Lukman Purnomosidi.

Lebih lanjut Lukman Purnomosidi menjelaskan, harga Kemang Penthouse tergolong lebih kompetitif tidak terkena aturan pajak barang mewah. Merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan No. 35/PMK.010/2017, pajak barang mewah terhadap penjualan properti hunian dikenai bagi unit yang dibanderol minimal Rp.20 miliar per unit.

Karena itu, kata dia, kebijakan pengenaan pajak barang mewah tersebut tidak berdampak pada proyek apartemen-apartemen dikembangkan oleh pihaknya.