Puspita Rini Marketing Aquila Land. (Foto: istimewa)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –  Pengembang ini menawarkan hunian type 42/78 hanya Rp.300 jutaan. Apalagi, hunian yang dikembangkan oleh PT.Graha Propertindo tersebut bisa ditempuh dalam waktu 15 menit untuk menuju ke Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Khusus Type Kartika Graha Aquila ini berlokasi dikawasan Cidoko, Gunung Sendur Bogor Jawa Barat.

“Kami tawarkan beragam jenis pilihan hunian di Graha Aquila diantaranya seperti, type A Kartika 42/78, type B Cakra 36/66, dan type C Standard 32/60,” jelas Puspita Rini Staf Pemasaran Graha Aquila saat dihubungi INAPEX.co.id, di Bogor, Rabu (6/9).

Lebih lanjut dikatakan Rini, harga jual unit di Graha Aquila tersebut belum termasuk biaya proses KPR, BPHTB dan AJB BBN. “Tapi khusus edisi ini kami menawarkan gratis bonus mesin pompa jet pomp, serta fasilitas daya listrik 1300 Watt,” tambah Rini.

 

 

Menurutnya, untuk dapat mewujudkan hunian type 42/78 Graha Aquila ini, bisa di cicil hanya Rp.3 jutaan dengan tenor 20 tahun. Harga spesial itu ditawarkan khusus Type Kartika Graha Aquila.

Terlepas itu, hingga akhir kuartal II 2017, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tumbuh sebesar 19% secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Utama BTN, Maryono membenarkan, mayoritas penyaluran kredit perseroan masih berasal dari penyaluran KPR dan kredit konstruksi. “Sampai bulan Juni stabil di antara 19% sampai 20%. Masih on the track,” ujar Maryono.

Jika menggunakan asumsi pertumbuhan 19% sampai 20%, artinya hingga bulan Juni 2017 BTN telah menyalurkan kredit sekitar Rp 162,87 triliun.

Lebih lanjut dikatakan Maryono, pertumbuhan KPR khususnya KPR subsidi mengalami peningkatan sebesar 25% hingga 30% secara yoy. “Sementara non subsidi masih di bawah itu,” kata Maryono lagi.

Selain penghimpunan dana, sampai dengan bulan Juni 2017 Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan mengalami peningkatan sebesar 18% hingga 19% dibandingkan bulan Juni 2016. Memakai asumsi realisasi DPK Juni 2016, artinya hingga kuartal II 2017 BTN membukukan DPK sekitar Rp 147,23 triliun hingga Rp 148,47 triliun.