Ciputat Menjadi Kawasan Favorit Kalangan Milenial
Ilustrasi pengembang fasilitasi kebutuhan milenial beli properti. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Setelah memperoleh respon positif, para pengembang semakin memfasilitasi kebutuhan kaum milenial untuk beli properti.

Apalagi, mereka beli rumah untuk dijadikan tempat tinggal sendiri (end user). Kemudian pengembang properti juga merasa lebih optimis menyediakan beragam fasilitas mulai dari desain rumah sampai skema pembayaran yang lebih efektif.

Kini, tidak hanya pembeli end user yang sudah mulai bergeser profilnya, pembeli properti untuk investasi pun mulai dijejali pemula berusia muda.

Presiden Direktur Triniti Land Ishak Chandra mengatakan selama dua hingga tiga tahun terakhir, di pasar properti terjadi pergeseran profil pembeli untuk investasi, dengan munculnya investor-investor pemula.

“Kalau dulu kan investornya dia lagi dia lagi yang beli. Mereka yang membeli sampai lima properti di proyek manapun yang potensial kemudian disewakan atau dijual kembali. Nah, konsumen yang seperti itu sekarang lebih memilih hold pembelian, cenderung wait and see,” ujarnya usai acara Kunjungan Proyek Triniti Land di Tangerang, baru-baru ini.

Ia menilai, sikap investor tersebut akan terus cenderung menunggu hingga 2020, yaitu tahun yang dianggap banyak pelaku usaha bahwa pasar properti akan kembali pada puncaknya.

Investor mala itu kini lebih banyak memilih menginvestasikan dananya dalam bentuk valas, deposito, dan produk investasi yang lebih likuid dibandingkan dengan properti.

Kini, Ishak mengatakan, telah muncul investor pemula yang berusia 26 tahun hingga 35 tahun yang mulai masuk dan belajar untuk berinvestasi di properti.

Golongan investor tersebut, katanya, walaupun muda tetapi sudah memiliki finansial yang mencukupi dan potensi untuk mencicil lebih banyak properti, hanya masih harus dibantu dalam beberapa aspek.

“Bantuan tersebut bisa berupa cicilan atau uang muka yang lebih murah, sehingga mereka pun bisa lebih mudah melakukan cicilan dan belajar menjadi investor,” papar Ishak.

General Manager Marketing Triniti Land Daniel Moeis mengatakan untuk mempermudah pembeli berusia muda, pihaknya menyelenggarakan kampanye pembayaran patungan DP.

“Jadi kami bantu dengan program patungan DP, yaitu dari kewajiban membayar 10% uang muka, 5%-nya dibayarkan oleh pengembang dan sisanya sebesar 5% dibayarkan oleh konsumen dengan dicicil sampai dengan 6 kali. KPA pun dengan tenor sampai 25 tahun, cicilannya hanya Rp3 juta, dan itu sangat menarik bagi konsumen terutama generasi milenial,” kata Daniel.

Daniel mengatakan konsumen milenial terbanyak berasal dari proyek The Collins dengan komposisi sebesar 15% dari total keseluruhan profil konsumen.