Esakti Sukamdani
Esakti Sukamdani, Presiden Direktur PT Sahid Inti Dinamika. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pengembang apartemen ini mengeklaim kondisi ekonomi di Indonesia semakin baik. Hal tersebut dibuktikan dengan tingkat keberhasilan dari program pengampunan pajak atau tax amnesty yang tengah digalakkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

“Alhamdulillah program Tax Amnesty berhasil. Maka akan banyak mengerakan ekonomi ke depannya. Tahun ini tahun berbenah dan fixnya akan terlihat pada 2019 mendatang,” ujar Esakti Sukamdani, Presiden Direktur PT Sahid Inti Dinamika ketika ditemui INAPEX.co.id, usai acara Groundbreaking The Sahid Asena Apartment & Garde‎n, dikawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (6/10).

Esakti menambahkan, pertumbuhan ekonomi juga terlihat pada permintaan hunian vertikal yang semakin digandrungi bagi masyarakat ditengah kesibukan kota metropolitan.

“Saat ini apartemen sudah terjual 40 persen dari 350 unit yang dipasarkan serta diprediksikan dipertengahan 2017 akan mencapai target penjualan hingga ludes,” tambahnya.

Proyek pembangunan apartemen The Sahid Asena Apartment & Garden tersebut merupakan hasil kerjasama antara PT Sahid Inti Dinamika yang menggandeng mitra kerja PT Brantas Abipraya (Persero) perusahaan BUMN terpercaya di bidang konstruksi.

Lebih lanjut dikatakan Eksakti, perbaikan ekonomi yang terjadi di Indonesia khususnya di Jakarta merupakan pencerahan bagi The Sahid Asena serta lebih optimis dipasar property.

“Harga property akan naik terus setiap tahunnya. Jika membeli saat proyek sudah selesai maka pasti harganya akan naik,” ujar Esakti Sukamdani.

Menurutnya, kemudahan aksesibilitas menjadi alternative keuntungan lain yang diberikan diapartemen ini. Diantaranya, akses hanya berjarak 900 meter menuju ke pintu tol JORRS TB Simatupang, dan integrated transportation LRT yang tengah dibangun dekat Stasiun LRT Ciracas akan memudahkan mobilisasi penghuni yang bekerja di kawasan SBD Sudirman.

Selain itu, pengalaman pengembang yang lahir sejak pemekaran dari pengembangan wilayah sungai Brantas 12 November 1980 silam, perusahaan yang bergelut dibidang kontruksi pengairan.

Kini Abipraya memperluas segmen pasar konstruksi non pengairan seperti pembangunan gedung, jalan dan jembatan, kelistrikan serta prasarana perhubungan laut dan udara.