Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Dalam proses jual beli yang diajukan lewat skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ternyata bisa dilakukan negosiasi.

Bagaimana caranya? Pada dasarnya, prosedur dalam proses jual beli rumah di bank fleksibel.

Apalagi, harus diperjelas sebelum melakukan akad kredit. Jangan takut, karena pihak bank akan membuka pintu negosiasi dengan konsumen properti. Oleh sebab itu, simak tips negosiasi dengan bank saat ajukan KPR berikut ini;

1. HARGA

Proses kredit, sebagaimana proses jual beli, adalah sebuah persoalan yang subjektivitas. Hal ini bisa berbuntut panjang. Misalnya saja rumah seken yang berharga Rp300 juta bisa saja dinilai berbeda oleh pihak bank sebagai pemberi kredit.

Perbedaan angka itu bisa saja terjadi karena berasal dari rumus ini, luas tanah x harga pasaran + luas bangunan x harga pasaran + harga strategis.

Jadi, pemohon KPR bisa menghitung sendiri nominal kisaran harga rumah yang akan dibeli. Pemohon KPR beruntung jika rumah yang akan dibeli berada di pusat kota atau keramaian, karena bisa dipastikan nilai strategis inilah yang bisa mendongkrak nilai jual rumah dan tanah kelak.

Sebaliknya, bagi pemohon KPR yang memiliki rumah di lokasi yang tidak begitu padat dan cenderung di area suburban atau luar kota, maka bisa memiliki keunggulan dari nilai luas tanah dan luas bangunan.

Jika perhitungan ini dinilai masih kurang, silakan melakukan perbandingan dengan berbagai bank terdekat untuk mendapatkan nilai yang sepadan.
Selanjutnya, lakukan bargaining (tawar menawar) dengan secermat dan sebaik mungkin.

2. KREDIT & CICILAN

Limit kredit yang diberikan bank pun bisa dinegosiasikan. Misalnya, gaji si A Rp1 juta per bulan, tapi dalam satu tahun bisa mendapat 24 kali gaji. Gaji si B Rp2 juta, tapi overtime-nya bisa sampai Rp3 juta per bulan.

Jika sebuah bank menghitung nilai cicilan dari gaji terendah dalam satu tahun, tidak demikian halnya dengan bank lain menghitung dari rata-rata gaji. Rumus seperti ini mungkin dianalisa dengan cara berbeda oleh bank lain.

3. RISET

Menurut broker, jika ingin bersaing dengan calon pembeli lainnya, maka lakukan persiapan yang matang.
Pertama, konsultasikan dengan perencana keuangan mengenai jumlah pembiayaan KPR yang cocok.

Kemudian, kumpulkan berapa uang muka yang harus diserahkan. Ini adalah langkah pertama yang mempermudah pengajuan KPR dari pihak marketing maupun surveyor bank.

Hal lain yang bisa membantu proses negosiasi yaitu mengetahui kondisi pasar di mana properti tersebut berada.

Sebelum calon pembeli bisa melakukan survei lokasi, wajib melakukan riset harga jual terbaru di lokasi tersebut.