Syarif. (Foto: PUPR)
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, saat meninjau lokasi pembangunan Rusunawa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Foto: PUPR)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, –  Rencana proyek pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) dikawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan hingga saat ini masih terkendala soal kesiapan lahan.

Bahkan hingga berita ini diturunkan, proses pembangunan belum dapat berjalan karena pedagang masih terlihat aktif berjualan dilokasi tersebut.

Oleh sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI mendesak pihak PD Pasar Jaya untuk segera memastikan kesiapan lahan yang akan dibangun Rusunawa .

Pembangunan Rusunawa itu, sebagai salah satu proyek stategis nasional untuk mewujdukan hunian layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ditengah perkotaan.

“Kami (Kementerian PUPR-red) minta kepastian lahan dari PD Pasar Jaya untuk lokasi pembangunan Rusunawa Pasar Minggu. Sebab, sampai saat ini seluruh lokasi di Pasar Minggu belum dibebaskan sehingga proses pembangunan belum bisa berjalan,” ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, disela-sela peninjauan lokasi pembangunan Rusunawa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dari hasil kunjungan lapangan itu, kemudian Syarif Burhanuddin menemukan para pedagang dan pertokoan Robinson Departemen Store masih dimanfaatkan untuk kegiatan niaga.

Selain itu, terminal Pasar Minggu juga masih aktif, padahal rencananya Terminal Pasar Minggu nantinya akan dimanfaatkan sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Syarif Burhanuddin menegaskan, apabila memang lahan yang ada di Pasar Minggu belum siap, pihaknya siap untuk membatalkan kontrak pembangunan Rusunawa tersebut.

“Sebenarnya kami sudah mengajak PD Pasar Jaya untuk membahas kesiapan lahan Rusunawa tersebut sejak tahun 2016 lalu dan anggarannya pun sudah tersedia. Bulan Januari lalu sebenarnya sudah harus dimulai pembangunannya.

Jika memang PD Pasar Jaya tidak siap maka kami bisa membatalkan kontrak dan mengalokasikan anggaran yang ada untuk pembangunan Rusunawa lainnya,” katanya.

Lebih lanjut Syarif Burhanuddin menjelaskan, Rusunawa Pasar Minggu rencananya akan dibangun sebanyak tiga tower dengan ketinggian bervariasi yakni dua tower setinggi 23 lantai dan satu tower setinggi 17 lantai.

Luas total bangunan Rusunawa adalah 100.973 meter persegi dan diperkirakan jumlah huniannya mencapai 1.274 unit dan dapat menampung 5.096 jiwa.

Dalam kesempatan itu, Mega Radiawan salah seorang warga Pasar Minggu mengaku kecewa terhadap respon pihak PD Pasar Jaya. “Kalau untuk kepentingan masyarakat harusnya PD Pasar Jaya lebih memprioritaskan lagi, jangan sampai ditunda-tunda,” ujar Mega Radiawan.