Pembangunan Rumah Murah Yogyakarta Diperbanyak Hingga 1.500 Unit
Salah satu perumahan di Yogyakarta (Foto: rumah)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pembangunan rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta masih menggairahkan di tahun 2017 yang menjadi kota wisata sekaligus salah satu kota tujuan pendidikan terpopuler.

Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Noor Andi Wijayanto menargetkan pembangunan rumah tahun ini sekitar 1.500 unit atau meningkat dari realisasi 2016 yang sebanyak 1.360 unit.

“Kami optimistis tahun ini bisa naik 2 persen dari realisasi 2016,” tutur Andi, di Yogyakarta, Kemarin.

Penentuan target pembangunan rumah tahun ini, tambah Andi, berdasarkan pada asumsi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional sesuai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang targetnya hingga 5,3 persen.

“Kami juga berharap target 1.500 unit rumah mampu mendukung target PDB tahun ini,” jelasnya.

Menurutnya, untuk 2017 para pengembang anggota REI DIY akan fokus memperbanyak segmen menengah-bawah dengan harga dibawah Rp.300 juta guna meningkatkan target penjualan properti pada 2017.

Ia menuturkan bahwa segmen menengah ke bawah (middle low) adalah satu-satunya segmen penjualan properti yang tak mengalami penurunan pada 2016 dibanding segmen lainnya.

Contohnya saja produk perumahan dengan harga Rp.500 juta ke atas mengalami penurunan atau kontraksi sebanyak 30-40 persen.

Jika pada 2016, REI lebih banyak menyasar pelanggan dengan latar belakang pekerjaan di bidang pertambangan dan sektor industri berbasis komoditas, maka tahun ini sasaran pelanggan lebih meluas.

“Karena untuk segmen ‘middle low‘ pelanggan kami bisa lebih luas,” imbuhnya.

Di sisi lain, properti Yogyakarta memiliki potensi untuk properti investasi selain menyasar end user. Biasanya, mereka berinvestasi dalam bentuk rumah singgah (homestay).

Agen properti Era Mira Yogya, Delsyandra, menuturkan bahwa investor memilih rumah singgah sebagai properti investasinya karena melihat Yogyakarta sebagai kota wisata yang tentunya banyak wisatawan yang berkunjung.

Pasalnya, setiap hari, baik itu hari liburan maupun akhir pekan, Yogya selalu ramai oleh wisatawan. Terlebih, sejak tahun 2010, hotel-hotel di Yogya selalu penuh. Itu sebabnya, sekarang ini perluasan hotel mulai berkembang mulai tahun 2014 hingga sekarang.

“Kendati hotel-hotel terus berkembang, tapi Yogyakarta masih saja minim tempat untuk menginap. Oleh karena itu, kemunculan rumah singgah di Yogyakarta menjadi solusi yang cukup mendukung perkembangan wisata di Yogya. Mungkin itu sebabnya banyak investor yang tertarik untuk membeli rumah di Yogya,” tutup Delsyandara.

Selain itu, bagi Anda yang ingin mencari rumah terjangkau lainnya dalam satu hari dengan mengunjungi pameran akbar Indonesia Properti Expo (IPEX) segera hadir di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pameran yang diprakarsai PT. Bank Tabungan Negara (BTN Persero) Tbk bekerjasama dengan PT. Ad-house Indonesia Cipta tersebut akan menyuguhkan ratusan ragam proyek properti dengan harga terjangkau mulai rumah subsidi hingga apartemen mewah untuk lokasi diseluruh Indonesia.

Penawaran suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) sangat menarik, hingga fixed 5% ini akan ditawarkan bagi setiap pengunjung yang ingin memiliki rumah sendiri hingga berinvestasi.

Kemudian, untuk peserta pameran yang tak bekerjasama dalam promosi bersama BTN, Bank akan mematok bunga 9,99% fixed 5 tahun, 9,5% selama 3 tahun, 9% untuk 2 tahun dan 7,99% fixed 1 tahun.

Penawaran menarik lainnya, yaitu Bank BTN akan memberikan uang muka atau down payment (DP) hanya 1% untuk rumah bersubsidi, dan 5% rumah non subsidi.

Khusus untuk developer yang melakukan kerja sama promosi dengan milik BUMN tersebut, konsumennya juga mendapatkan free biaya administrasi dan biaya provisi.

Sementara untuk para konsumen yang hendak membeli rumah dari peserta pameran yang tak bekerjasama promosi akan memperoleh diskon biaya administrasi, diskon biaya provinsi bank dan diskon biaya premi asuransi jiwa.

Terbatasnya jangka waktu promo dengan banyaknya pilihan, disarankan datang ke pameran mulai dari hari pertama, 11 sampai 19 Februari 2017 mendatang, agar mempunyai waktu yang cukup untuk memilih.

Ratusan stand komersil developer perumahan, apartemen hingga kondotel dan puluhan stand untuk FLPP.

Kemudahan lainnya dari Bank BTN yaitu tentang persyaratan KPR yang mudah, Approval KPR hanya 1 jam, jangka waktu KPR hingga 25 tahun, konsultasi KPR di Stand Bank BTN, konsultasi desain, dan sebagainya.

Tak hanya itu, cukup berkunjung saja tak harus membeli rumah namun juga berkesempatan untuk mendapatkan puluhan hadiah menarik.

Caranya hanya dengan melakukan registrasi dipintu masuk Hall A dan Hall B di JCC, para pengunjung akan berkesempatan mendapatkan hadiah yang dilakukan undian tanpa dipungut biaya apapun.

Hadiahnya meliputi mobil, smart phone Samsung, TV LED, kulkas dan voucher belanja ratusan juta rupiah.