Pembangunan Rumah Murah Butuh Dana Banyak dan Jangka Panjang
Pembangunan Rumah (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pembiayaan masih jadi kendala besar dalam pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dana banyak dan jangka panjang yang dibutuhkan pembangunan rumah murah hingga saat ini masih sangat terbatas.

Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebagai mengimplementasikan UU No. 4 Tahun 2016 kontribusinya membutuhkan waktu sebab institusinya baru terbentuk.

“Makanya kami terus mendorong sekuritisasi dan pembiayaan untuk mendukung program-program perumahan pemerintah. Kami juga siap berkontribusi dalam mendukung implementasi program Tapera sehingga ada jaminan pembiayaan yang sustainable untuk program rumah murah,” papar Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (SMF/Persero) Ananta Wiyogo, pada acara Investor Gathering di Jakarta, baru-baru ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, ada sekitar 11,7 juta rumah tangga yang belum mempunyai rumah.

Peran SMF adalah untuk mendorong inklusi yang lebih luas untuk lembaga penyalur KPR dan dengan implementasi Tapera akan menambah total penyalur KPR sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang menerima fasilitas pembiayaan perumahannya.

SMF juga hingga akhir tahun 2016 lalu sudah memobilisasi dana dari pasar modal ke penyalur KPR senilai Rp.27,4 triliun.

Angka tersebut meliputi penyaluran pinjaman dana Rp.20,2 triliun dan sekurititasi Rp.7,2 triliun. Dana itu digunakan untuk membiayai 570 ribu debitur KPR atau 570 ribu rumah dari Aceh sampai Papua.

Tujuh tahun terakhir (2009-2016) SMF sudah memfasilitasi 10 kali transaksi sekuritisasi. Untuk kerja sama dalam pembiayaan, SMF menggandeng bank umum, bank syariah, bank pembangunan daerah (BPD), serta perusahaan pembiayaan untuk menerbitkan surat utang sampai Rp.16,7 triliun.

“Tahun 2017 ini kami akan fokus untuk memperluas target penyaluran pinjaman kepada BPD dan perusahaan pembiayaan karena lembaga ini  lebih dekat dengan nasabahnya dari lapisan masyarakat terbawah. Kami juga menawarkan KPR SMF untuk meningkatkan akses masyarakat ke pembiayaan perumahan yang disalurkan melalui perusahaan pembiayaan tersebut,” pungkas Ananta.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Lintas komunitas yang tergabung dalam Persatuan Sedulur Banyumas (Pasermas) Jawa Tengah, mendukung program bedah rumah di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR).

Dukungan tersebut seiring dengan program serupa yang diprakarsai oleh Pasermas untuk mendata dan merealisasikan rumah layak huni bagi masyarakat khususnya diwilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

“Kami sangat siap jika dilibatkan dalam program bedah rumah dan bersinergi dengan Kementerian PUPR, karena memang sejak Februari 2016 lalu sudah memiliki program tersebut dengan cara pembiayaan bedah rumah melalui swadaya masyarakat,” kata Ketua Pasermas Tri Kuntoro, didampingi Seksi Bidang Perdagangan dan UKM Taslim Abdul Latif saat dihubungi INAPEX.co.id, Rabu (29/3).