Exacty Sukamdani Suryantoro. (Foto: dok.inapex)
Exacty Sukamdani Suryantoro. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, –  Karena keterbatasan lahan, membuat sejumlah proyek pembangunan apartemen semakin gencar diwilayah ‘Satelit’ diantaranya seperti Depok, Tangerang Selatan, Cibinong, dan Bekasi.

Bergesernya hunian vertikal ini ke area pinggir kota, sekaligus mendorong tingginya harga rumah tapak yang dipengaruhi oleh mahalnya nilai lahan. Kemudian seiring terus berkembangnya suatu daerah serta lengkap infrastrukturnya, juga sangat berpengaruh pada tingginya harga tanah.

Sementara itu, tak hanya diwilayah ‘satelit’ saja yang menjadi sasaran pengembang property, namun disejumlah tempat lain seperti di Surabaya dan Semarang juga mulai terus mengembangkan apartemen yang memang diperuntukan bagi masyarakat kelas menengah.

Hal senada juga dikatakan Dondy Ariesdianto, direktur perusahaan properti PT. Tiga Pilar Utama Sejahtera, kelebihan dari apartemen yaitu lokasi yang dekat dengan fasilitas umum, seperti rumah sakit, pusat perkantoran, area pendidikan, dan pasar modern.

“Dengan segala kelebihannya itu memungkinkan penghuni bisa dengan mudah untuk menjangkau tempat-tempat tersebut lebih cepat dan terhindar dari kemacetan,” ujar Dondy.

Selain lokasi yang memungkinkan untuk menjangkau semua fasilitas penting, namun juga bisa menjangkau harga jual apartemennya. Dengan kata lain kisaran harga jual apartemen tidak terlalu tinggi dibandingkan rumah tapak.

Praditya Sentanu, promosi dan marketing dari PT. Jaya Real Property Tbk, mengatakan tawaran harga apartemen yang terjangkau biasanya diperuntukan bagi pasangan muda yang baru saja menikah.

“Namun ternyata, kebutuhan hunian dengan harga terjangkau juga sangat diminati oleh orangtua yang hendak memberikan tempat tinggal untuk anak-anak mereka,” katanya.

Misalnya saja Apartemen Emerald Bintaro yang sudah dipasarkan sejak Agustus 2015, ternyata sudah habis terjual sebanyak 598 unit.

Bahkan, apartemen ini juga menarik banyak konsumen. Tidak heran bila harga mengalami kenaikan dibanderol sebesar Rp270 juta dan pada awal 2016 menjadi Rp285 juta.

“Karena antusias masyarakat positif, kami pun berharap pada tower kedua nanti juga menuai keberhasilan. Mengingat harga apartemen ini masih terjangkau yakni Rp285 juta,” kata Praditya.

Apartemen lain yang juga menawarkan penawaran harga yang terjangkau antara lain Apartemen Adede Park & Apartemen di Jatinangor seharga Rp199 juta, Apartemen Tamansari Urbano di Bekasi seharga Rp250 juta, dan masih banyak lagi.

Terlepas itu, Presiden Direktur Sahid Inti Dinamika Exacty Sukamdani Suryantoro menilai, repatriasi dana dari luar negeri melalui program amnesti pajak juga sangat berpengaruh terhadap investasi di Indonesia.

”Nah aset yang paling tepat itu ya melalui kepemilikan properti. Saya rasa ini peluang yang menarik sekali, apalagi pemerintah sedang membangun berbagai akses transportasi seperti MRT, LRT, maupun jalan tol sehingga sangat prospek untuk menambah aset,” ujar Exacty Sukamdani Suryantoro.

Lebih lanjut dikatakan, Exacty Sukamdani Suryantoro, belanja di sektor properti melalui kepemilikan aset memanfaatkan dana repatriasi akan terlihat diawal tahun 2017. Alasan itu diyakini dalam proses setahun pemilik dana akan memilah dan mencari aset yang prospektif.

”Saya kira butuh proses setahun ya untuk pemilik dana dalam mencari aset yang tepat sebagai sumber investasi. Makanya, mumpung properti saat ini sedang banyak dibangun, kalangan developer melihat ini pertanda yang cukup baik ke depannya,” ungkapnya.