PDB Indonesia Meningkat, Pengembang Tawarkan Apartemen Tanpa Depe
Apartemen (Foto: rmol)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pendapatan Domestik Bruto (PDB) di Indonesia mengalami peningkatan pada kuartal II/2016 sebanyak 5,18 persen.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari yang diharapkan pemerintah yaitu 5 persen dari PDB aktual pada kuartal I/2016.

“Prospek ekonomi yang positif ini mengakibatkan adanya sedikit peningkatan dalam rata-rata tingkat pengambilan apartemen di Jakarta,” papar Colliers International dalam laporan Property Market Update.

Dengan minimnya jumlah proyek yang baru diluncurkan, pengembang berfokus pada penjualan sisa dari proyek dalam pembangunan.

Oleh sebab itu, kegiatan penjualan dalam periode ini khususnya dialami proyek-proyek dengan peningkatan yang sangat kecil.

Rata-rata tingkat penjualan tercatat 86,9 persen dari periode sebelumnya 86,7 persen. Untuk menambah daya tarik penjualan unit, pengembang mengeluarkan beragam penawaran.

“Ini termasuk jangka waktu pembayaran yang fleksibel, diskon, hadiah langsung dan angsuran dengan istilah tanpa bunga,” jelas hasil riset tersebut.

Menurut lokasi di Jakarta, Colliers membagi rata-rata pengambilan apartemen pada 3 area utama, diantaranya Jakarta Selatan, CBD, dan area non premium.

Di kuartal III/2016, rata-rata pengambilan apartemen di CBD sebanyak 94,4 persen, Jakarta Selatan 86,1 persen, dan area non premium 86,1 persen.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, penataan ruang dinilai mempunyai peran penting dalam seluruh kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya paling efisien untuk mengekspansi tanah-tanah di kawasan perkotaan.

Menurut Ketua Real Estat Indonesia Banten (REI) Banten Soelaeman Soemawinata, tata ruang harus dijadikan sebagai panglima dalam pengembangan seluruh daerah di Indonesia.

“Karena itu sangat strategis dan penting makanya perlu dicari cara sesedikit dan seefisien mungkin untuk mengekspansi tanah di daerah supaya arahnya benar,” tutur pria yang disapa Eman saat ditemui di Jakarta, Kamis (3/11).

Sinkronisasi harus ada di antara peraturan di semua sektor, lanjut Eman, khususnya tata ruang darat, laut, dan udara diperlukan supaya penataan ruang ini dapat berperan sebagai panduan atau kompas para pengembang properti dalam mengembangkan proyeknya.

Selama ini kepastian tata ruang kerap jadi kendala untuk para pengembang properti saat ingin membangun asetnya di sebuah daerah.

Hal ini tidak hanya dibutuhkan pengembang, kepastian tata ruang secara lebih luas diakui Eman juga diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan manusia.

Jika diperkirakan pertumbuhan penduduk sekitar 1,94 persen dari seluruh penduduk Indonesia maka ada 3,7 juta jiwa yang lahir tiap tahun.

Oleh sebab itu, segala sektor baik darat, laut, serta perhutanan mesti merelakan lahannya untuk hal tersebut ini dalam batas wajar.

(kps)