Sehari Donald Trump Jadi Presiden, Sudah Pengaruhi Properti Amerika Serikat dan Australia
Presiden Donald Trump (Foto: slate)

INAPEX.co.id, – Berdasarkan survei yang dilakukan Zillow kepada 100 orang ahli properti di Amerika Serikat (AS) menyebutkan sebelumnya ada keraguan jika Donald Trump terpilih jadi Presiden AS, soal ekspektasi untuk pangsa pasar properti.

Terdapat tiga hal yang jadi sorotan yang disuarakan, yaitu nilai reformasi pembiayaan rumah, jual rumah, dan isu ekonomi secara keseluruhan.

Selain itu, hasil survei para ahli juga menyatakan bahwa Trump mempunyai dampak negatif pada ketiga persoalan tersebut.

Padahal, para ahli properti sempat memprediksi bahwa tahun 2016 bisa menjadi penentu adanya kesempatan mengalami kenaikan sebesar 4% tahun-ke-tahun atau naik sesuai ekspektasi sekitar 3,7%.

Dengan terpilihnya Donald Trump, para ekonom harus menyimpan kembali harapan mereka, terutama untuk nilai jual rumah dan aspek perekonomian secara menyeluruh di Amerika Serikat.

Menurut Chief Economist, Svenja Gudell  dari Zillow, menyatakan bahwa responden akan melihat kecenderungan politik yang terpecah jadi dua kubu, yaitu positif dan negatif.

Selain itu, ditakutkan Donald Trump dapat memberikan efek negatif pada perkembangan properti di Amerika Serikat.

Ada sejumlah pernyataan menarik yang ditulis oleh Jacob Summer. Ia mengomentari terdapat isu pemotongan pajak kepemilikan properti, yang di mana hal sama pernah terjadi pada masa Presiden Ronald Reagan. Jika hal tersebut diterapkan akan memberikan dampak pada para investor yang akan mengalami kerugian.

Bahkan, saat debat capres tempo lalu, Trump menyerukan janjinya jika terpilih kemungkinan besar akan mengurangi jumlah imigran di Amerika Serikat. Dengan demikian, jumlah imigran akan menjadi sedikit dan kebutuhan perumahan akan terancam kehilangan potensi sewa maupun beli.

Hal yang lebih mencengangkan lagi, jika Donald Trump jadi presiden, tak hanya berdampak pada properti di Amerika Serikat saja, namun juga berpengaruh pada pasar properti di Australia.

Mathew Tiller, Head of Research LH Hooker Australia menuturkan bahwa perkembangan properti di Australia pada umumnya dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan perekonomian di Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, menurut Mathew, kekhawatiran berikutnya ialah berhubungan dengan investor asing yang awalnya telah menanamkan investasi sektor komersial di Australia akan pergi seiring dengan hadirnya isu kebijakan pajak.

Seperti yang sudah diketahui, kabar kemenangan Donald Trump menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat merupakan kejutan yang tidak terduga. Tak hanya untuk warga Amerika Serikat, namun juga untuk warga negara di berbagai belahan dunia.

Bahkan jauh sebelum hasil pemilihan tersebut dipublikasikan, para pengamat ekonomi, terutama dari sektor properti telah lebih dahulu menyerukan keraguannya akan keberhasilan Donald Trump sebagai presiden Amerika.

(hw/q/dt)