Apartemen Kamala Lagoon. (Foto: ist)
Apartemen Kamala Lagoon. (Foto: ist)

BEKASI, INAPEX.co.id, – Pasca musibah runtuhnya proyek tangga darurat, ternyata tak menyurutkan minat konsumen di Apartemen Grand Kamala Lagoon, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Bahkan, 5 dari 30 tower yang direncanakan akan dibangun proyek superblok tersebut terus dibanjiri calon konsumen.

“Kemarin itu memang terjadi musibah tangga darurat di proyek kami ada yang runtuh, tapi sebenarnya tak sebesar yang diberitakan. Bahkan sampai saat ini masih dalam proses evakuasi, nantipun dari pihak perusahaan juga akan memberikan klarifikasi kepada semua media. Tapi adanya musibah itu tak berpengaruh pada penjualan kami, sampai saat ini pemasaran apartemen Grand Kamala Lagoon terus meningkat,” kata Jasmine Supervasior Marketing Apartemen Grand Kamala Lagoon, Kota Bekasi, saat dihubungi INAPEX.co.id, Kamis (5/1).

Jasmine menambahkan, dari 30 tower proyek Superblok Apartemen Grand Kamala Lagoon diantaranya 5 tower sudah terjual hingga 100 persen. “Untuk saat ini dari lima tower yang telah dibangun diantaranya tower 1 sudah terjual 100%, tower 2 dan 3 terjual 80% serta tower 4 terjual hingga 50%. Kemudian untuk ditower ke empat tersebut juga tersedia fasilitas hotel,” tambahnya.

Grand Kamala Lagoon adalah sebuah persembahan Perusahaan konstruksi milik negara PT PP. Properti, PP Properti dengan konsep Super Blok terbaru di jantung Kota Bekasi. Hunian vertikal berlokasi sangat strategis, dikelilingi oleh 8 mall, Kampus Trisakti, Gunadarma, RS Mitra Keluarga, RS Elizabeth, dan RS Awal Bros. “Super Blok dengan konsep sinergi antara apartment, office tower, mall, hotel, sekolah & rumah sakit,” kata Jasmine.

Sementara itu, runtuhnya tangga darurat di proyek Apartemen Grand Kamala Lagoon pada Rabu dinihari, (4/1) telah dilakukan evakuasi oleh petugas tim Pamadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bekasi. “Korban terjebak di dalam, kami sedang evakuasi bersama petugas dari DKI,” ujar Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Tedi Hafni.

Seperti diketahui, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Ketika itu, korban, Sidiq, 21 tahun, tengah melakukan pekerjaan di lantai 33, yakni memasang tangga darurat berupa erection precast atau anak tangga menggunakan tower crane (TC).

Saat akan melepas tackle/hoist, korban ada di atas precast/anak tangga. Tiba-tiba precast tersebut patah dan roboh, korban terbawa bersama tangga-tangga tersebut. Puing reruntuhan jatuh dan berhenti di lantai dasar. Legal Officer perusahaan, Hafiz Nuradi, membenarkan adanya peristiwa itu. “Nanti tunggu keterangan resmi dari sumber yang berkompeten,” katanya.

Unit apartment dipasarkan:

1 BR luas 37,67 m2
2 BR luas 56,5 m2
2 BR (Suite) luas 66,17 m2
3 BR (Suite) luas 84,53 m2