Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi banjir di Garut. (Foto: ist)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi banjir di Garut. (Foto: ist)

GARUT, INAPEX.co.id, – Pasca banjir bandang yang menimpa ratusan warga terlihat mulai direlokasi ke Rusunawa Bayongbong, Kecamatan Mangkurakyat, Kabupaten Garut.

Sedikitnya, 60 unit dari 98 yang tersedia di rusunawa tersebut telah di isi oleh 259 jiwa pengungsi yang berasal dari pemukiman terdampak.

“Malam ini akan ada penambahan pengungsi 30 KK dari lokasi Makorem. Keseluruhan unit dalam keadaan siap huni. Rusun ini digunakan selama 1 bulan pasca bencana dan menampung pengungsi yang kehilangan rumah selama masa pembangunan kembali rumah yang bersangkutan,” jelas Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Jabar Duni Isa, saat dihubungi INAPEX.co.id, di Jakarta, Selasa (27/9).

Menurutnya, rusunawa tersebut tersedia sumber air bersih dari PDAM Tirta Intan Garut, kebutuhan air untuk pengungsi diperkirakan cukup dengan bak penampung sebanyak 3 unit berupa ground tank.

“Sedangkan untuk air limbah menggunakan 2 unit Instalasi Pengolahan Air Limbah komunal dengan kapasitas 30 meter kubik yang diperhitungkan cukup untuk seluruh kapasitas rusun dan untuk persampahan tersedia 2 unit bak sampah yang diangkut setiap hari,” ujar Duni.

Seperti diketahui sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah mengirimkan hidran umum (HU), mobil tangki air, WC Portable dan Instalasi Pengolahan Air Bergerak, ke lokasi pengungsian serta langsung dimanfaatkan warga dengan baik di Kabupaten Sumedang maupun Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Tugas kami untuk penanganan darurat yaitu menyediakan shelter (tempat berlindung) dan air (bersih). Selain itu memperbaiki infrastruktur yang mengalami kerusakan,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Hingga berita ini diturunkan, di Kabupaten Sumedang sudah terpasang 14 unit HU berkapasitas 2000 liter berlokasi di GOR Tajimalela sebanyak 6 unit, 4 unit di Kodim, 2 unit di Gunung Puyuh, 2 unit di Rumah Makan Ponyo.

Kemudian, juga sudah beroperasi sedikitnya 7 unit WC portable di GOR Tadjimalela 5 unit dan Kodim 2 Unit, sedangkan 3 unit standby akan dioperasikan sewaktu-waktu terjadi penambahan jumlah pengungsi.

Selain itu, dipasang tambahan 5 unit HU di Kodim, ditambah hari ini sudah diberangkatkan kembali dari bekasi 10 unit WC Portable untuk mengantisipasi permintaan dinas kesehatan akan terus meningkatnya jumlah pengungsi di Sumedang.