Orang Ngontrak Sekarang, Berburu Apartemen Kalideres Cicilan Rp.3,2 Juta/bulan
Apartemen Kalideres Rp.3,2 Juta/bulan (Foto: citragrand)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Apartemen adalah pilihan paling masuk akal untuk mempunyai hunian di kawasan premium Jakarta. Lokasi strategis dan fasilitas lengkap akan membuat kebutuhan kalangan pekerja muda dapat dikerjakan dengan mudah dan efisien.

Dibandingkan harus naik kendaraan pribadi atau umum yang memakan waktu lama setiap hari dari luar Jakarta jika memilih hunian perumahan di wilayah Bodetabek.

Salah satu pilihannya ialah Apartemen Citra Living di dalam kawasan Citra Garden City seluas 450 hektare di Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat.

Citra Living dibangun di atas lahan seluas 1 hektare yang mencakup 3 tower setinggi 14 lantai sekitar 888 unit. Tipe yang ditawarkan mulai studio sampai 2 kamar berukuran 22 – 40 m2.

“Kami menawarkan program pembelian yang cukup ringan. Tipe studio harganya Rp.380 juta dan bisa dibeli dengan mencicil uang muka 20 persen selama 2 tahun dengan cicilan hanya Rp.3,2 juta/bulan. Setelah 2 tahun alihkan ke KPA bank dengan jumlah cicilan yang sama selama 15 tahun,” papar Pimpinan Proyek Citra Living, Merry Lantani kepada pers, di Jakarta, Rabu (2/11).

Merry mengatakan bahwa unit apartemen tersebut adalah hunian yang paling terjangkau di kawasan yang sangat sibuk dan memiliki fasilitas lengkap di kawasan Citra Garden City.

Pasalnya, rumah termurah di Citra Garden City sekarang ini mencapai Rp.2,5 miliar untuk tipe 46/90 sedangkan yang termahal senilai Rp.9 miliaran tipe 200/200.

Pengembangan apartemen tersebut merupakan salah satu cara untuk mencukupi kebutuhan hunian yang terus bertambah di Citra Garden City dengan kapasitas lahan yang semakin terbatas.

Selain itu, apartemen ini juga untuk menyeimbangkan peningkatan kapasitas penumpang di Bandara Soekarno Hatta yang diatur untuk menampung 25 juta penumpang.

“Sekarang penjualan apartemen ini sudah mencapai 200 unit sejak ditawarkan Mei tahun lalu dengan kenaikan harga mencapai 20 persen. Hingga proyek ini diserahterimakan akhir tahun 2018 kami yakin konsumen akan diuntungkan dengan kenaikan yang mencapai 50 persen,” tuturnya.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Pemerintah daerah (pemda) mempunyai peran yang sangat penting dalam mewujudkan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat sejak April tahun lalu.

Suplai hunian murah yang memadai untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga bisa menekan laju kenaikan harga rumah.

“Kami kembali mengingatkan kalau pemda punya peran strategis khususnya untuk menjamin ketersediaan lahan rumah MBR. Rata-rata kontribusi tanah mencapai 30 persen untuk harga rumah, makanya dukungan pemda untuk menyediakan tanah bisa menjadi faktor penentu untuk membuat harga rumah menjadi lebih terjangkau,” jelas Direktur Rumah Umum dan Komersial Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Irma Yanti dalam publikasinya, Rabu (2/11).

(he)