Orang Medan Lebih Suka Bayar Kontan Daripada Kredit
Nadya Hutagalung Salah Seorang Medan (Foto: marketinginteractive)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Orang Medan cenderung lebih suka membeli apartemen dengan membayar secara kontan atau tunai bertahap daripada kredit.

AVP Marketing Podomoro City Deli Medan (PCDM) Yenti Lokat membeberkan hal ini saat menjawab pertanyaan pers, baru-baru ini.

70 persen apartemen dan kondominium, menurut Yenti, berjumlah 3.000 unit di kawasan pengembangan PCDM yang telah terjual, dibeli dengan sistem tunai keras atau hard cash. Sekitar 20 persen lainnya kontan bertahap.

“Yang membeli dengan menggunakan fasilitas kredit pemilikan apartemen (KPA) hanya sejumlah 5 persen hingga 10 persen,” papar Yenti.

Porsi 5-10 persen ini pun bukan orang Medan, lanjutnya, melainkan mereka yang berdomisili di luar kota yakni Jakarta, Palembang, Balikpapan, dan lainnya.

Sedangkan yang mendominasi adalah orang Medan atau mereka yang berdomisili di wilayah Sumatera Utara dengan profesi pengusaha komoditas berupa karet, kelapa sawit, dan pedagang.

Alasan mereka tidak menyukai pembelian secara kredit, karena dinilai lebih sulit, ribet, dan terlalu banyak persyaratan dari bank yang mesti dipenuhi.

Menariknya, kata Yenti, orang-orang kaya Medan ini membeli apartemen bukan satu-dua unit, melainkan setidaknya 4 unit dalam sekali pembelian. Bahkan, ada yang memborong satu lantai sampai dua lantai.

Selain untuk investasi, unit-unit ini diperuntukan bagi anak-anak, keluarga, dan juga kerabat dekat.

Bagi orang Medan, tambah Yenti, tinggal dalam satu atap dengan keluarga besar menjadi parameter kebahagiaan sekaligus kesuksesan.

“Makanya, saat kami melansir PCDM perdana pada 2014 lalu, dalam satu hari bisa laris sekaligus 1.500 unit,” ucap Yenti.

Harga yang dipatok setiap unit apartemen dan kondominium PCDM juga tidak bisa dibilang murah, yaitu serentang Rp.800 juta sampai Rp.4 miliar.

Maka dari itu, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) sebagai pengembang tidak segan-segan mematok target Rp.1,2 triliun penjualan sisa 30 persen unit PCDM sampai akhir tahun.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, PT Modern Industrial Estat, anak usaha PT Modernland Realty Tbk tidak hanya mengembangkan kawasan industri ModernCikande, namun juga pengembangan kawasan perumahan.

Hingga saat ini, ada sekitar 6.000 rumah yang dibangun dan 5.000 di antaranya sudah serah-terima kepada pembeli.

Pada 2017, perseroan akan membangun kembali rumah-rumah dengan investasi-investasi Rp.200 miliar.

“Tahun ini sudah dibangun 481 unit rumah, rencananya masih akan bangun seribuan unit lagi tahun ini,” imbuh Operational General Manager PT Modern Industrial Estate I Wayan Satia kepada pers, di Cikande, Serang.

Wayan menuturkan bahwa perumahan tersebut telah dibangun sejak 1992 atau nyaris berbarengan dengan pengembangan kawasan industri.

Adapun unit-unit yang dibangun, luasnya variatif mulai dari 29 meter persegi sampai 36 meter persegi. Harganya dipatok Rp.120 juta-Rp.148 juta.