Apartemen memiliki prospek bagus. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Operasi Bina Kependudukan (Biduk) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta tidak berdampak di sektor pasar properti. Apalagi operasi yang bertujuan untuk pendataan warga penghuni di Kawasan Apartemen Eksklusif dikhususkan bagi pendatang baru.

“Operasi biduk yang dilakukan oleh pihak Dukcapil DKI sama sekali tidak berpengaruh pada tingkat penjualan unit baru khususnya hunian apartemen. Karena sifatnya hanya pendataan saja untuk administrasi dilingkungan pemerintah,” tegas Pengamat Bisnis Properti Toerangga Putra, saat dihubungi INAPEX.co.id, Sabtu (5/8).

Seperti diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Dukcapil DKI Edison Sianturi menilai apartemen yang agak sulit yang privasinya tinggi seperti di Sudirman, daerah eksklusif. “Mereka menyatakan jangan menganggu privasi orang, alasan klasik,” ujar Edison Sianturi, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/8).

Edison mengakui, pendataan kependudukan ini dimaksudkan agar warga daerah yang baru saja bekerja di Ibu Kota dapat termonitor. Minimal, kata dia, pendatang wajib melapor kepada ketua RT setempat agar dibuatkan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS).

“Setelah kita lakukan pendekatan dan kita minta berikan penjelasan bahwa ini kepentingan bersama ternyata mereka buka diri juga,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Edison, pendataan di kawasan apartemen diperuntukan terhadap asisten rumah tangga yang baru tiba dari daerah. Selain itu, penghuni temporer apartemen juga menjadi sasaran operasi petugas. “Pendataan dilakukan di luar dari penghuni tetap, ada juga penyewa yang temporer bahkan ada yang bulanan,” ujar dia.

Edison belum mengetahui jumlah faktual pendatang baru di Ibu Kota. Pendataan di lapangan masih dilakukan. Dikatakan Edison, tren pendatang baru ke Jakarta dalam tiga tahun terakhir memang naik turun. Tahun ini, ia memprediksi jumlah pendatang baru meningkat pasca lebaran dari tahun 2016.

Pada 2014, jumlah pendatang baru ke Jakarta usai lebaran mencapai 68 ribu jiwa. Jumlah ini meningkat di tahun 2015 yang mencapai 70 ribu jiwa lebih. Jumlah pendatang mengalami penurunan pada tahun 2016 menjadi sekitar 68 ribu jiwa.

Berdasarkan data arus mudik dan warga yang kembali ke Ibu Kota, Edison menyebut pendatang baru meningkat. “Data terakhir dari data arus mudik itu 6.414.000, sekarang data arus balik kira terima ada sekitar 6.485.000. Jadi ada 70 ribu lebih,” pungkas Edison.