Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terlihat saat di Pameran Indonesia Property Expo 2016. (Foto: dok.inapex)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terlihat saat di Pameran Indonesia Property Expo 2016. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Terhitung mulai  Oktober 2016 ini, tarif Tol Sedyatmo atau Tol Bandara Soekarno-Hatta akan disesuaikan naik antara 6 sampai 16%.

Kenaikan tarif tol disepanjang 14,30 kilometer itu, selain untuk menunjang infrastruktur sebagai akses bagi penghuni apartemen maupun dikalangan masyarakat perumahan juga berdasarkan Surat Keputusan Nomor 783/KPTS/M/2016 yang telah ditandatangani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebelumnya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyampaikan, akan ada empat ruas jalan tol utama yang mengalami kenaikan tarif sampai akhir 2016 ini. Keempat jalan tol diantaranya, ruas Jalan Tol Sedyatmo (Tol Bandara soekarno-Hatta), Tol Jakarta-Cikampek, Tol Kertosono-Mojokerto Seksi I, dan Tol Surabaya-Gresik.

“Jalan tol yang pertama tahun ini adalah Jalan Tol Sedyatmo, yang naiknya rata-rata Rp1.000 per kategori,” kata Menteri Basuki saat ditemui dikantornya, Rabu (12/10).

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Profesi, Koentjahjo Pamboedi menambahkan, bahwa penyesuaian tarif tol dilakukan berdasarkan angka inflasi di wilayah terkait selama dua tahun terakhir.

“Penyesuaian tarif tol ini dilakukan BPJT, berdasarkan tarif lama disesuaikan dengan pengaruh inflasi di wilayah Jakarta sebesar 9,79 persen. Perhitungan kenaikan tarif tol itu menggunakan rumus, tarif lama dikali satu plus inflasi,” tuturnya.

Selain itu, Direktur Operasi II Jasa Marga, Subakti Syukur mengatakan, kenaikan tarif perlu dilakukan untuk memberikan kepastian investasi, karena nilai investasi disesuaikan dari pendapatan dan inflasi. “SK Menteri PUPR sudah disahkan pada 6 Oktober 2016 dan akan diberlakukan tujuh hari setelahnya (13 Oktober 2016-red),” ujarnya.

Untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) PT Jasa Marga telah menambah jumlah gerbang transaksi otomatis (GTO), pelebaran ruas jalan tol di wilayah Kapuk sampai dengan Pluit sebanyak satu lajur pada jalur B sepanjang 400 meter.

Selain itu juga telah melakukan pemasangan 60 buah CCTV, dua buah variable message sign, dan dua buah remote traffic microwave sensor.

Berikut adalah perubahan tarif untuk masing-masing golongan di Ruas Tol Sedyatmo :

  1. Golongan I, tarif naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.000 (naik 16,67 persen)
  2. Golongan II, tarif naik dari Rp 7.500 menjadi Rp 8.500 (naik 13,3 persen)
  3. Golobgan III, tarif naik dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.000 (naik 5,26 persen)
  4. Golongan IV, tarif naik dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.500 (naik 8,7 persen)
  5. Golongan V, tarif naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 15.000 (naik 7,14 persen).

 

(PUPR)