Wika Realty garap 12 proyek baru. (Foto: WIKA)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Salah satu pengembang yang juga sebagai peserta pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 22 – 30 September 2018, yaitu PT Wika Realty ditahun ini tengah menggarap 12 proyek dengan nilai investasi triliunan rupiah.

Bahkan, sejumlah proyek yang digarap anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tersebut mencakup hunian tapak, hunian vertikal sampai proyek bersifat recurring project.

“Wika Realty melihat ada peluang-peluang untuk daerah tertentu yang serapan market-nya tinggi,” jelas Direktur Utama PT Wika Realty Agung Salladin, dalam publikasinya di Jakarta, baru-baru ini.

Agung menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil serta tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) masih cukup menarik (rendah) mampu mendongkrak permintaan properti.

Lebih lanjut dikatakan, proyek high rise, pada 2018 ada lima proyek. Kelimanya tersebar di berbagai kota, yakni di Jakarta, Depok (Jawa Barat), dan Surabaya (Jawa Timur).

Salah satu proyek itu yaitu di Kelapa Gading, Jakarta yang mulai dipasarkan pada Semeste II-2018. Proyek ini berdiri diatas lahan seluas 1,9 hektare dengan nilai investasi Rp 1,4 triliun.

Lalu, untuk rumah tapak merangkum empat proyek. Untuk kategori ini tersebar di Palembang (Sumatera Selatan), Tangerang (Banten), dan Soreang (Jawa Barat).

Proyek terbesar di segmen hunian tapak ada di Lahan Bintaro, Tangerang yang mulai dipasarkan pada Semester II-2018. Luas tanah 7,3 ha dengan nilai investasi Rp 4,5 triliun.

Sementara itu, di sektor recurring project ada tiga proyek yang tersebar di Bandung dan Jakarta. Salah satu proyek di Jakarta terletak di Central Business Sudirman seluas 16.000 m2 dengan investasi Rp 12,5 triliun.

“Persentase recurring income Wika Realty saat ini adalah 8,46%, akan kami tingkatkan menjadi 12%,” ujar Agung Salladin.