Kunjungi Pemasaran Gapura Prima Group di Hall A JCC Senayan. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Nilai dolar AS tak berdampak di pasar properti, kendati rupiah yang sempat tembus Rp 15.000 per dolar.

Apalagi, pada transaksi kurs mata uang tersebut juga tak memberikan efek signifikan terhadap kinerja keuangan PT Gapura Prima Tbk (GPRA).

“Kami justru tidak punya eksposure di dollar AS, karena tidak punya pinjaman bank juga di dollar AS, ” kata Managing Director GPRA Arvin Fibrianto Iskandar, belum lama ini.

Kendati demikian, Arvin mengakui, justru dampak pelemahan rupiah berpengaruh pada penjualan properti. Kondisi tersebut membuat investor lebih memilih untuk wait and see, ketimbang membeli properti.

Meskipun begitu, Arvin mengimbau kepada para pemegang dollar AS untuk segera menjual dollar AS dan membeli properti. Mengingat, sekarang jadi waktu yang tepat, melihat pergerakan nilai tukar rupiah bisa diperkirakan level upside-nya. “Kecuali kalau dollar/rupiah overshoot dan bisa sampai Rp 20.000 per dolar AS,” pungas Arvin.

Sementara itu, ajang promosi dan transaksi pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) kembali akan digelar pada 2 – 11 Februari 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Presiden Direktur PT. Adhouse Clarion Events (ACE) Toerangga Putra mengaku sangat optimis pameran IPEX mampu mendorong pertumbuhan bisnis properti di Indonesia.

“Antusias pengunjung yang hadir pada IPEX tahun lalu ikut meningkatkan permintaan hunian serta mampu menarik investor asing untuk menanamkan modalnya disektor properti di Indonesia,” ujar Toerangga Putra, di Jakarta, belum lama ini.

Untuk menyukseskan IPEX 2019, ACE melakukan berbagai persiapan termasuk gimmick promosi menarik.

Sebelumnya pameran IPEX periode 2018, mampu menyedot 370.000 pengunjung yang berlangsung selama 9 hari. Jumlah pengunjung pameran meningkat 7.000 pengunjung dari total yang ditargetkan.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merealisasikan total transaksi pembelian rumah dan apartemen sebesar Rp.8,7 Triliun atau naik dari target yang ditetapkan BTN Rp.5 Triliun.

Transaksi selama pameran berlangsung menunjukkan masyarakat sangat antusias beli rumah atau apartemen yang menjadi salah satu kebutuhan pokok.

“Total transaksi pembelian rumah dan apartemen sebesar Rp.8,7 Triliun atau naik dari target yang ditetapkan BTN sebesar Rp.5 Triliun selama pameran berlangsung selama 9 hari. Ini menunjukkan masyarakat masih antusias untuk pembelian rumah atau apartemen yang menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setelah sandang dan pangan,” kata Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Budi Satria.