Ilustrasi. (Foto: inapex)
Ilustrasi. (Foto: inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Keberhasilan sejumlah pengembang besar yang mampu menciptakan kawasan Kota Mandiri, tak hanya mampu menyediakan hunian dengan pendukung komersial.

Namun, kawasan kota ini juga mampu menjadi kawasan permukiman favorit bagi pasar properti di Indonesia. Lalu apa sebenarnya yang menjadi rahasia dibalik kesuksesan dan pertumbuhan kawasan di Kota Mandiri tersebut?

Selanjutnya, Tim peliputan INAPEX.co.id akan mengajak untuk menelusuri dan mengupas  tentang hunian di Kota Mandiri langsung mulai dari kawasan Sentul Bogor, Jawa Barat.

Seiring perjalanan waktu, dikawasan Sentul Bogor sudah saatnya menjadi kota mandiri mengingat jumlah hunian di kawasan itu telah memenuhi syarat tinggal melengkapi fasilitas sebagai pendukung.

 

Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)
Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

Bahkan hingga sekarang ini, seluruh permintaan hunian berlokasi di pinggir kota Jakarta termasuk di kawasan Sentul Bogor serta menjadi kawasan permukiman favorit di Selatan Jakarta.

Kondisi lahan di Sentul yang masih bayak tersedia untuk perumahan merupakan salah satu nilai tambah untuk melengkapi kawasan ini menjadi kota mandiri.

Melihat pasar disegmen ini dibuktikan harga properti di Sentul sangat menarik serta prospektif sehingga sebagai investasi atau tempat tinggal keduanya sangat menguntungkan. Kemudian dengan dasar itulah, sudah saatnya untuk mengembangkan Sentul sebagai kota mandiri.

Menurut Toerangga Putra pengamat pasar properti, harga hunian di Sentul relatif masih rendah dibandingkan dengan hunian di kota mandiri lainya seperti dikawasan Serpong Tangerang sehingga sebagai investasi akan memberikan keuntungan yang lebih besar.

Toerangga Putra mengatakan, untuk melengkapi kawasan tersebut sebagai kota mandiri harus dibangun kawasan komersial meliputi hotel, pusat perdagangan dan perkantoran sesuai dengan peraturan serta kebutuhan yang sudah ada di daerah-daerah.

Selain itu, apabila melihat jarak dari Jakarta dari posisinya terhadap Jakarta, kawasan Sentul, Bogor, tidak terlalu jauh dibandingkan kota penyangga lain.

Apalagi, Sentul juga memiliki potensi sehingga memberi nilai tambah, yakni infrastruktur jalan tol, serta sektor pariwisata yang tengah berkembang.

 

Lokasi wisata melengkapi kawasan di Kota Mandiri. (Foto: istimewa)
Lokasi wisata melengkapi kawasan di Kota Mandiri. (Foto: istimewa)

 

Jungleland, misalnya, merupakan salah satu potensi wisata Sentul yang paling banyak dikunjungi warga Jakarta dan sekitarnya disetiap akhir pekan. Taman hiburan tematik ini mempunyai kelas internasional dengan lebih dari 40 wahana permainan.

Daya tarik wisata lainnya yaitu pasar Ah Poong. Lokasi ini adalah salah satu tujuan wisata kuliner yang unik dan menjadi andalan di kawasan Sentul. Karena keunikannya, Ah Poong berhasil mencuri hati para pencinta kuliner yang berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Tidak hanya itu perkembangan hotel di kawasan tersebut juga mengalami kemajuan. Perkembangan pasar hotel di Bogor juga cukup positif.

Hotel-hotel di Bogor didominasi oleh pengunjung domestik dari total 1,78 juta pengunjung, terutama mereka yang berasal dari Jakarta dengan penguasaan sebesar 90 persen, dan wilayah penyangga lainnya sebanyak dua persen.

Berdasarkan hasil riset, Bogor, bakal menjadi kekuatan besar sebagai salah satu pasar hotel yang menjanjikan. Kota ini memiliki keunggulan dan keunikan khas, di antaranya keamanan, stabilitas politik, dan kondisi natura, sebagai destinasi ideal.