Ilustrasi. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Nasabah harus teliti saat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang sampai sekarang masih menjadi fasilitas utama dimanfaatkan masyarakat dalam hal pembelian rumah.

Skema pembiayaan yang disalurkan bank melalui KPR sesuai ketetapan BI saat ini yaitu mulai 8,5% dari harga rumah.

Sejatinya KPR disediakan oleh perbankan, walaupun telah tersedia sejumlah perusahaan pembiayaan yang menyalurkan dana dari lembaga sekunder untuk pembiayaan perumahan (housing financing).

Kemudian, KPR sendiri diminati konsumen karena menawarkan beberapa keuntungan, diantaranya seperti down paymen (DP) yang tidak besar.

Bahkan calon debitur hanya diminta melengkapi dokumen termasuk sudah melunasi uang muka rumah kepada pengembang.

Secara garis besar, persyaratan-persyaratan umum yang wajib dilampirkan saat pengajuan KPR yaitu sebagai berikut:

  1. WNI dan berdomisili di Indonesia.
  2. Karyawan tetap dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun.
  3. Wiraswasta dengan pengalaman usaha minimal 3 tahun.
  4. 4. Profesional dengan pengalaman praktek minimal 2 tahun.
  5. Usia minimal pada saat pembiayaan diberikan adalah 21 tahun, dan maksimal usia pensiun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta dan profesional.
  6. Memiliki pendapatan bersih bulanan minimum sebesar Rp 3 juta untuk karyawan, wiraswasta, dan professional (informasi untuk pengajuan wilayah sekitar Jabodetabek)
  7. Melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan, antara lain:
  • a) Karyawan: Kartu Tanda Pengenal (KTP), Kartu Keluarga dan Surat Nikah, Slip Gaji terakhir atau Surat Keterangan Gaji, Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, NPWP pribadi
  • b) Wiraswasta: Kartu Tanda Pengenal (KTP), Kartu Keluarga dan Surat Nikah, Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, Laporan Keuangan 2 tahun terakhir, Legalitas Usaha (Akte pendirian berikut perubahan terakhir, TDP, SIUP, NPWP), NPWP pribadi
  • c) Profesional: Kartu Tanda Pengenal (KTP), Kartu Keluarga dan Surat Nikah, Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, Izin praktek yang masih berlaku, NPWP pribadi Di samping itu, keuntungan lain dari KPR adalah jangka waktu cicilan yang bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Batas tenor cicilan paling lama adalah 25 tahun. Selain itu, terkait lamanya waktu, nasabah tentu tidak akan tahu musibah apa saja yang bakal menimpa mereka.

Entah itu meninggal dunia, mengalami cacat tetap, tersandung PHK, rumah kebakaran, maupun kejadian yang bersifat alami seperti bencana alam.

Untuk antisipasi persoalan itu, solusinya ketika hal yang tidak diinginkan itu terjadi, maka nasabah dituntut lebih teliti dan memahami bentuk perlindungan yang bank sertakan dalam asuransi.

“Bagi nasabahnya harus mengerti betul apa saja yang terangkum dalam lembar akad kredit. Dan semestinya semua bank juga menerapkan pola demikian,” tegas Sugeng Ketua komunitas debitur Forum Warga D’Marco (FWD).

Tujuannya, dikatakan Sugeng, agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari apabila ada satu kasus yang melanda debitur tersebut. “Dalam akad kredit tercatat jelas pasal per pasal yang ditentukan bank, termasuk polis asuransi apa saja yang bisa dinikmati nasabah.

Nah, sebagai nasabah yang cerdas, baca dan pahami pasal-pasal tersebut serta tanyakan apabila ada yang kurang dimengerti,” jelasnya.

“Bawel dalam urusan seperti ini, wajib hukumnya!, apalagi soal penyesuaian suku bunga yang harus diterapkan melalui angsuran per bulannya,” tegas .