Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tingginya permintaan kebutuhan hunian yang diajukan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dinilai sudah menggugurkan anggapan terkait rendahnya keberpihakan bank. Apalagi tudingan itu hanya dilihat dari rasio penyaluran KPR terhadap PDB Indonesia jauh lebih rendah dibadingkan negara tetangga yaitu Malaysia yang mencapai 30%.

“Soal anggapan keberpihakan bank itu sangat tidak benar. Karena penyaluran KPR dari total nilai kredit, tidak bisa dibandingkan dengan kebutuhan perumahan di Indonesia. Apalagi diukur dari sisa pembangunan infrastruktur dan SDA, padahal faktanya peminat perumahan yang mengajukan KPR masih sangat tinggi,” tegas Pengamat Bisnis Properti Toerangga Putra, kepada INAPEX.co.id, di Jakarta, Kamis (3/8).

Hingga akhir kuartal II 2017, penyaluran KPR PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tumbuh sebesar 19% secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Utama BTN, Maryono membenarkan, mayoritas penyaluran kredit perseroan masih berasal dari penyaluran KPR dan kredit konstruksi. “Sampai bulan Juni stabil di antara 19% sampai 20%. Masih on the track,” ujar Maryono.

Jika menggunakan asumsi pertumbuhan 19% sampai 20%, artinya hingga bulan Juni 2017 BTN telah menyalurkan kredit sekitar Rp 162,87 triliun.

Lebih lanjut dikatakan Maryono, pertumbuhan KPR khususnya KPR subsidi mengalami peningkatan sebesar 25% hingga 30% secara yoy. “Sementara non subsidi masih di bawah itu,” kata Maryono lagi.

Selain penghimpunan dana, sampai dengan bulan Juni 2017 Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan mengalami peningkatan sebesar 18% hingga 19% dibandingkan bulan Juni 2016. Memakai asumsi realisasi DPK Juni 2016, artinya hingga kuartal II 2017 BTN membukukan DPK sekitar Rp 147,23 triliun hingga Rp 148,47 triliun.

 

Manager Sales Development Bank BTN Romeo Daniel, dalam kegiatan Technical Meeting menjelaskan tentang berbagai kemudahan jelang Pameran Indonesia Properti Expo 2017.

“Kemudahan itu diantaranya, Suku Bunga / Margin Murah, 5.00 % (Fixed 1 Th & Cap 2 Th), 6.50 % (Fixed Rate 3 Th), Uang Muka Ringan, Diskon Provisi 50%, Diskon Administrasi 50%, Diskon Premi Asuransi 20%,” kata Romeo di Ruang Merak JCC Senayan.

Lebih lanjut dikatakan Romeo, IPEX 2017 yang tertajuk ‘KPR BTN Merdeka’ tersebut, terdiri dari : 117 Stand Peserta Komersil, dan 83 stand Peserta FLPP.

“Subsidi bunga pengembang merupakan join promo antara Bank BTN dengan pengembang sehingga menciptakan suku bunga menarik yang dapat ditawarkan kepada konsumen,” paparnya.

Selain banyak promo bagi para pengunjung pameran, Romeo juga menjelaskan tentang KPR simple. Menurutnya, Program KPR dengan kebijakan penyederhanaan (simplifikasi) persyaratan dokumen aplikasi kredit khusus untuk konsumen cicilan bertahap dari proyek pengembang tertentu yang potensial.