Sekarang Anda Berpenghasilan Rp.4,5 Juta Bisa Membeli Rumah Subsidi
Rumah Subsidi (Foto: budisusilo85)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ditengah kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini belum menggembirakan, pemerintah masih mencoba untuk terus menggenjot relisasi program Sejuta Rumah yang merupakan target pola kehidupan masyarakat Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo.

Dari data yang ada, sejak program ini di gulirkan pada awal tahun 2017, pencapaian pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah ( MBR) baru sebesar 686.694 unit rumah.

Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo menilai, capaian hasil pembangunan hunian bagi MBR tersebut sudah cukup bagus.

“600.000 itu sudah cukup bagus lah, di saat kondisi saat ini. Tapi kalau (dibandingkan) dengan target sejuta rumah, memang masih jauh ya,” kata Eddy, belum lama ini.

Sementara itu, dari data yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, dari jumlah rumah yang telah dibangun, 563.178 unit di antaranya merupakan rumah yang diperuntukkan bagi MBR. Sedangkan sisanya sejumlah 123.516 unit diperuntukkan bagi non-MBR.

Ditambahkan Eddy Ganefo, kendati sekarang ini perekonomian global berangsur-angsur membaik, namun belum menimbulkan dampak perekonomian Indonesia membaik. Terlebih, terhadap kemampuan masyarakat dalam membeli rumah.

“Belum, bukan tidak akan, tapi belum. Mungkin setelah setahun kedepan akan berpengaruh terhadap perekonomian. Dengan kata lain ya setelah perbaikan ekonomi masyarakat itu sendiri,” kata dia.

Meski demikian, Eddy Ganefo menyarankan, agar pemerintah Indonesia dapat menjaga kemampuan daya beli masyarakat dalam hal membeli tempat tinggal. Apalagi tahun depan saat dua pesta politik penting dihelat, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 serentak dan Pemilu Presiden 2019.

Sehingga, lanjut Eddy, stabilitas politik dalam negeri cukup berpengharuh terhadap stabilitas perekonomian Tanah Air.

Hal itu juga sejalan dengan kemampuan daya beli serta keinginan masyarakat dalam membelanjakan uang mereka ke sektor properti. Terutama, masyarakat yang hendak membeli hunian komersial.

“Politik kan pengaruhnya ke perekonomian. Kalau MBR sih masih santai-santai saja, naik kenceng enggak, turun juga enggak, seperti ini saja,” tuntasnya.