Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Dalam rangka memeriahkan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2018, pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) menawarkan rumah mulai harga Rp.197 Jutaan.

Sejarah Hapernas, berawal dari Kongres Perumahan Rakyat Sehat yang dibuka oleh Wakil Presiden Muhammad Hatta (1950).

Dalam kongres Bung Hatta menyampaikan bahwa cita-cita untuk terselenggaranya kebutuhan perumahan rakyat bukan mustahil apabila kita mau sungguh-sungguh, bekerja keras, semua pasti bisa.

Kemudian pada tanggal 6 Agustus 2008 lahir Keputusan Menteri Negara Perumahan Nasional No: 46/KPTS/M/2008 tentang Hari Perumahan Nasional yang menyatakan tanggal 25 Agustus sebagai Hari Perumahan Nasional.

Kemudian, pameran terbesar di Asia Tenggara tersebut melibatkan 200 peserta developer dari seluruh Indonesia dan menampilkan 730 proyek properti dengan pilihan jangka waktu kredit sampai 30 tahun.

Event yang diprakarsai PT. Adhouse Clarion Events (ACE) tersebut, merupakan berkat kerjasama dengan PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk yang diselenggarakan mulai 22 – 30 September 2018 di Hall, A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Pameran yang digelar ke 34 kalinya diselenggarakan ACE ini, memberikan kontribusi penting dalam penyediaan hunian untuk masyarakat.

“Perkembangan property komersial ditahun 2017 terbilang stagnan. Maka event ini, kami memfasilitasi antara pengembang dengan konsumen agar mampu menggairahkan industri properti berskala nasional,” jelas Vice Presiden Directur PT. Adhouse Clarion Events Igad Permana.

Pameran tertajuk ‘Pesta KPR BTN’ ini, sekaligus untuk membantu kebutuhan hunian sebagai solusi mengatasi backlog penyediaan beragam jenis produk real estate di Indonesia.

Bank BTN akan memberikan beragam promosi khusus bagi pengunjung pameran diantaranya seperti suku bunga KPR mulai 6,25%, uang muka 1%, dengan total 169 stand (118 stand komersil & 51 stand FLPP).

Kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan masih akan menjadi penentu pasar properti 2018.

Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat dengan target pengunjung 350.000 orang. Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama pada pasar properti di bawah Rp.1 miliar.