Menunda Beli Rumah, Penyesalan Datang Belakangan
Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Penyesalan datang belakangan menjadi pepatah yang ditakuti banyak orang. Cipto salah satu karyawan di perusahaan swasta berbagi kisahnya saat menunda beli rumah.

Membeli rumah susah susah gampang, karena tidak serta merta langsung mendapatkan yang cocok baik itu lokasi, harga maupun tipe rumah.

“Selama setahun saya berfikir untuk membeli rumah, lihat-lihat sering, kepengen beli juga selalu tapi ya itu banyak mikirnya sampai tidak terasa sudah setahun niat untuk beli rumah,” ujar Cipto saat di temui INAPEX, di Jakarta, Selasa (11/7).

Pertimbangan yang paling berat, lanjut Cipto, soal keuangan yang dirasa belum mencukupi untuk membeli rumah idaman. Terlebih saat itu baru saja menikah, dana yang ada sudah habis saat melangsungkan acara resepsi.

“Ingat sekali saat itu harga di perumahan Cilebut masih Rp.200 jutaan, sekarang sudah tidak ada. Rata-rata Rp.400 juta. Ada sih yang murah Rp.350 jutaan tapi masuk gang tidak muat mobil padahal luas tanahnya lumayan besar,” jelasnya.

Tidak bisa dipungkiri, kenyataan bahwa harga rumah selalu naik tidak pernah turun sangatlah benar. Semakin lama menunda, semakin tidak kesampaian cicilannya. Pasalnya, hal ini tidak disertai dengan penghasilan yang setahun dua tahun tidak ada kenaikan yang signifikan.

“Setelah terlalu lama berfikir akhirnya, saya bersama istri memutuskan untuk membeli rumah. Sebelumnya, kita keliling dulu seharian survei ke beberapa perumahan yang diinginkan. Sambil membandingkan harga, kita juga membandingkan akses dan luas bangunan serta tanah di Depok, Cilebut, Bojong Gede, dan berakhir di Bogor,” ucapnya.

Setahun berfikirnya Cipto sudah mendapatkan rumah yang awalnya dilihat masih Rp.200 juta, saat ini Rp.400 juta.

Akhirnya keputusannya berlabuh pada perumahan di Bogor. Selain aksesnya bagus yang masih dekat dengan stasiun dan banyak fasilitas di luar perumahan, harganya pun sama saja dengan yang di Cilebut yang ia kunjungi dengan akses sulit.

Memang tidak semua perumahan di Cilebut seperti itu, hanya saja yang disukainya ternyata tidak sesuai harapan.

“Kemarin sudah booking fee sebesar Rp.1 juta dan mengisi formulir, semoga cocok karena ini tinggal satu-satunya yang ready stock. Kalau ditunda lagi, harus membeli yang indent dan itu membutuhkan waktu 6 bulan. Sangat lama untuk saya yang mau menempati langsung,” harapnya.

Jika sudah ada niat, tambah Cipto, harus disegerakan. Urusan dana kita berpasrah saja, toh rejeki sudah ada yang mengatur, yang penting tetap usaha dan berdoa. Pasalnya, bila terus-terusan mengeluh karena dana belum ada, rumah untuk kita dan anak tidak akan tercapai.