Menjelang Mudik Lebaran, Jalan di Kalimantan Tidak diperbaiki
Jalan Rusak di Kalimantan (Foto: borneonews)

 

BALIKPAPAN, INAPEX.co.id – Menjelang mudik Lebaran 2017, jalan raya yang menghubungkan antar-provinsi di Kalimantan Timur banyak yang rusak. Kondisi sedang sampai parah dapat ditemui di puluhan titik kerusakan. didapati di banyak tempat.

Salah satunya di Jalan Sultan Hasanudin, Balikpapan. Jalan selebar lebih kurang 10 meter tersebut berada di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, dan Kelurahan Batu Ampar di Kecamatan Balikpapan Utara.

Truk beban mengangkut alat berat, mobil penumpang, logistik, hingga motor memadati jalur ini, sebab Jalan Sultan Hasanudin adalah jalur perlintasan antara Provinsi Kaltim dengan Kalsel.

Jalan ini dibangun sepanjang lebih dari 10 kilometer dan tersedia pelabuhan penyeberangan kapal feri ke Kabupaten Penajam Paser Utara. Tidak hanya itu, terdapat sejumlah perusahan logistik dan pergudangan.

Sidik, pemuda pemilik warung di ruas Sultan Hasanudin, mengaku heran saat menjelang Lebaran tak ada perbaikan walaupun banyak titik yang mengalami kerusakan jalan.

Padahal, lanjut Sidik, pada tahun-tahun sebelumnya perbaikan jalan dilakukan menjelang hari lebaran dan meningkatnya arus mudik.

“Kali ini tidak kelihatan ada perbaikan. Ya (dibiarkan rusak) begini saja,” jelas Sidik, Rabu (14/6).

Kerusakan terparah terletak di RT 48 persisnya tidak jauh dengan tapal batas dua kelurahan. Kondisi jalan menurun tajam dengan lembah yang sangat panjang. Pada salah satu tanjakan terdapat lubang sangat besar dan dalam hingga memakan seluruh badan jalan.

“Mobil sampai antre melewati jalan rusak itu, terlebih pada jam orang berangkat kerja dan pulang kerja. Bagaimana dengan saat dekat Lebaran. Saat itu pasti akan sangat ramai,” imbuh Lilik, seorang penjaga warung yang lain, tak jauh dari kerusakan jalan itu.

Kendaraan harus mengalah dan saling antre untuk melaluinya. “Tidak jarang banyak yang celaka, pengendara motor jatuh, truk berhenti di tanjakan, sampai terpaksa harus saling tarik menarik,” lanjut Lilik.

Lilik berharap pemerintah segera melakukan perbaikan pada kerusakan jalan, terlebih sebelum Lebaran tiba. Dia menuturkan bahwa kondisi tak padat saja sering ditemui truk terguling atau mogok demi menghindari kerusakan jalan.

Risiko kecelakaan dapat meningkat ketika jalanan semakin ramai dilalui kendaraan. “Belum lagi soal lampu jalan banyak yang rusak. Berbahaya sekali untuk orang yang tidak kenal dengan jalanan ini,” tutup Lilik.