Presiden RI Joko Widodo. (Foto: setkab)
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: setkab)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Untuk menggali banyaknya peluang investasi, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengundang chief executive officer (CEO) sejumlah perusahaan asal India.

“Saat ini, mungkin saat yang menguntungkan dalam memanfaatkan momentum yang kuat antara Perdana Menteri Modi dan saya. Saat ini juga adalah waktu yang sangat tepat untuk menggali lebih banyak peluang di Indonesia,” ujar Presiden dalam pertemuan dengan 20 CEO dari India dan 5 CEO dari Indonesia, di Royal Ballroom, The Leela Palace Hotel, New Delhi, belum lama ini.

Menurut Presiden Jokowi, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, dinilai bisa mendorong pertumbuhan komunitas bisnis terutama di bidang perdagangan elektronik (e-commerce), pariwisata, dan manufaktur.

“Setelah dua tahun bekerja keras, mengimplementasikan perubahan, pertumbuhan produk domestik bruto kami stabil, dan sentimen investor cukup positif,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, masih dikatakan Presiden Jokowi, pemerintahannya sudah berupaya merubah dan meningkatkan ekonomi Indonesia.

Kemudian berbagai langkah telah ditempuh seperti melakukan reformasi subsidi bahan bakar minyak, deregulasi berbagai jenis peraturan dan perizinan, dan peluncuran kerja sama perdagangan bebas dengan Uni Eropa dan Australia.

“Tahun ini kita sudah meluncurkan program amnesti pajak, yang hanya baru lima bulan sejak diluncurkan sudah menjadi program amnesti pajak tersukses di dunia menurut Deutsche Bank,” ujar Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan itu, terlihat hadir para CEO berkesempatan bergerak di berbagai macam industri, antara lain di bidang teknologi, infrastruktur, farmasi dan kesehatan, serta otomotif.

Sementara 5 CEO dari Indonesia yang hadir yaitu Rosan P. Roeslani, Shinta W. Kamdani, CEO Garuda Food Sudhamek A.W. Soenjoto, CEO Bosowa Group Erwin Aksa, dan CEO Sinar Mas Group Fuganto Widjaja.

Selain itu, Presiden Jokowi juga terlihat didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Duta Besar RI untuk India Rizal Wilmar Indrakesuma.