Presiden RI Joko Widodo. (Foto:setkab)
Presiden RI Joko Widodo. (Foto:setkab)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Negara disektor energi tak semudah membalikan telapak tangan. Oleh sebab itu, untuk menjalankan tugas sebagai orang nomor satu di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM) bukanlah perkara mudah.

Bahkan pemerintah sangat memberi perhatian penuh dan berhati-hati sebelum menunjuk Menteri ESDM yang baru. Publik sendiri tampaknya tengah menanti keputusan Presiden terkait penunjukan Menteri ESDM.

Tak hanya itu, kalangan jurnalis yang sehari-harinya meliput di Istana Kepresidenan pun dengan penuh semangat menanyakan ihwal tersebut.

“Sudah ada beberapa nama termasuk Pak Archandra, tapi belum kita putuskan. Segera secepatnya, tapi sampai saat ini belum,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaan para jurnalis, di Istana Merdeka, Kamis malam,(13/10).

Kendati demikian, Presiden Joko Widodo memastikan bahwa yang akan ditunjuk sebagai Menteri ESDM pada waktunya nanti berasal dari kalangan profesional. “Saya pastikan profesional, bukan dari partai,” ungkapnya.

Guna mengisi kekosongan tersebut, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sebagai pelaksana tugas Menteri ESDM. Keputusan penunjukan tersebut berlaku efektif sejak 16 Agustus 2016 lalu.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Raja Thailand Bhumibol Adulyadej. Ucapan duka cita tersebut disampaikannya secara langsung dalam keterangan pers yang mendadak digelar di Istana Merdeka.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Raja Bhumibol Adulyadej,” ucap Presiden.

Presiden menambahkan, kesederhanaan dan kecintaan Raja Bhumibol pada rakyat Thailand perlu dijadikan teladan bagi semua pihak. Menurut Presiden, dunia kehilangan seorang pemimpin yang mampu membawa persatuan dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

“Dunia kehilangan seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya, pembawa kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan bagi rakyat Thailand,” tutur Presiden seraya menambahkan, kesederhanaan Raja Bhumibol Adulyadej dan perhatiannya terhadap rakyat patut kita teladani.

Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej meninggal dunia pada Kamis (13/10) pukul 15.52 waktu setempat. Bhumibol berpulang pada usianya yang ke-88 tahun. Raja yang telah bertahta sejak tahun 1946 itu dianggap oleh rakyatnya sebagai figur pemersatu Thailand.